| Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni |
JAYAPURA — Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) angkat suara terkait kebakaran hutan sengaja maupun tak disengaja, berdampak asap ke masyarakat, bahkan ke Negara tetangga, dimana pencemaran udara sudah menjadi langganan bagi Indonesia.
Wakil Ketua III DPR Papua, Yanni merasa heran di Indonesia setiap tahunnya selalu ada asap akibat dari pembakaran hutan untuk membuka suatu lahan. Dirinya pertanyakan ketegasan pemerintah terhadap oknum-oknum maupun perusahaan yang tidak mengikuti aturan yang berlaku.
“Kan ada cara lain untuk melakukan penebangan, tanpa harus membakar. Dampak kebakaran hutan bukan hanya kali ini saja, sudah sering terjadi. Sudah bertahun-tahun dampak ini kita rasakan, dan berpengaruh kepada masyarakat, bahkan ke negara tetangga,” kata Yanni, Rabu (28/10/2015).
Pemerintah lemah dalam hal penanganan asap, menurutnya, perusahaan-perusahaan yang membakar hutan untuk membuka lahan, harus ditindak tegas, berupa penutupan perusahaan atau pencabutan ijin usahanya.
“Dari sisi lain perusahaan itu kembangkan usaha demi keuntungan perusahaannya, tapi akibat yang ditimbulkan, berdampak luas kepada masyarakat. Dan sampai ketingkat Nasional, Internasional, penerbangan tertunda,” ujarnya.
Hal ini tidak boleh terulang kembali, menurutnya, apabila pemerintah tidak menindak tegas, maka kejadian serupa akan terulang ditahun-tahun mendatang.
KAMIS, 29 Oktober 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo