| Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen (Kiri) secara simbolis berikan bantuan beras ke Dinas Pertanian Lanny Jaya untuk dibagikan ke korban bencana es |
JAYAPURA — Embun es kembali terjadi di Kabupaten Lanny Jaya, sebagian besar aktifitas bercocok tanam tak berhasil, terlebih unggulan tanaman jenis kentang sama sekali tidak dapat dapat tumbuh. Hal tersebut diungkapkan Dinas Pertanian kabupaten tersebut kepada Cendana News.
Andreas Agapa, salah satu kepala seksi di Dinas Pertanian Kabupaten Lanny Jaya mengungkapkan, hingga kini masyarakat di Lanny Jaya belum dapat bercocok tanam di kebun mereka, hal tersebut akibat bencana alam embun es yang melanda kabupaten tersebut sebanyak tiga kali, dan kali ini yang terparah.
“Masyarakat belum usahakan lahan mereka, karena lahan pertanian mereka tidak bisa ditanami, akibat hujan es turun, semua tanaman mati. Kalau unggulan disana sayur kentang, karena bentuknya besar yang pasti isinya banyak,” ungkap Andreas di Kota Jayapura, Papua, Kamis (29/10/2015).
Sementara, lanjutnya, masyarakat yang ada yang mengungsi ke distrik terdekat, seperti distrik Mulamineri, Tiomeri, Balingga dan Pirime terpaksa mengungsi ke distrik-distrik lain.
“Saat ini ada tiga distrik yang tidak bisa ditanami bibit sama sekali, karena setiap ditanam, mati. Jadi, biasanya kalau begitu masyarakat harus menunggu awal tahun depan baru ditanami,” ujarnya.
Pihaknya berterima kasih atas bantuan beras bulog sebanyak 15 ton yang telah diterima dari Badan Ketahanan Pangan dan Koordinasi Penyuluhan Provinsi Papua.
“Nanti kami tinggal ambil di Bulog Wamena, Kabupaten Jayawijaya, bantuan beras 15 ton itu dan bawa ke Lanny Jaya dan langsung berikan ke masyarakat korban kekurangan makanan di sana,” katanya.
Bencana es asam sudah terjadi sekitar seminggu lamanya, sejak tanggal (21/10/2015). Namun, tanggal (25/10/2015) adalah yang paling aprah. Selain merusak tanaman, embun es tersebut mengakibatkan kulit terasa terbakar dan timbul luka pada tubuh manusia yang terkena secara langsung.
Sementara itu, Sekda Provinsi Papua, Hery Dosinaen mendapatkan laporan ada beberapa warga masyarakat yang meninggal, namun jumlahnya keseluruhan belum didapatkan.
“Betul sekali, memang sudah ada yang meninggal, hingga saat ini bupati belum memberikan data yang lengkap tentang berapa yang meninggal akibat embun es tersebut,” kata Dosinaen usai memberikan secara simbolis bantuan beras ke Dinas Pertanian Kabupaten Lanny Jaya.
Sejak awal, lanjutnya, bencana embun es yang melanda wilayah tersebut sudah ada yang warga yang meninggal. Meninggalnya warga tersebut karena faktor kesehatan dan kekuarangan bahan makanan.
“Awal kejadian, masyarakat terpencar-pencar belum menerima informasi dari pemerintah setempat untuk dilakukan pengungsian,” ujarnya.
Pengungsian besar-besaran, diakui Sekda tersebut. Masyarakat yang ada di Distrik Kuyawage mengungsi ke Kabupaten Puncak melalui AAmurgume dan melalui salah satu distrik di Gome dan juga bergeser ke Lanny Jaya yaitu ke Tiom dan juga masyarakat yang mengungsi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.
Sejak awal bencana dari pertama hingga kali ketiga ini, pemerintah kabupaten, pusat dan pemerintah provinsi Papua telah memberikan bantuan melalui dinas-dinas terkait.
“15 ton beras sedangn tahap pendistribusian, pasca bencana itu. Distribusi dari Dinas Ketahanan Pangan melalui Badan Ketahanan Pangan yang melalui Bulog Wamena,” ujarnya.
Pihaknya berharap, bantuan tersebut dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkannya.
“Perhatian pemerintah tetap serius uuntuk masyarakat yang terkena bencana tersebut. Gubernur telah menghimbau kepada semua bupati untuk melihat masyarakatnya di sana terkait dengan bencana alam ini dan juga bencana alam lainnya sepeti kebakaran hutan dan lain sebagainya,” ujarnya.
KAMIS, 29 Oktober 2015
Jurnalis : Indrayadi T Hatta
Foto : Indrayadi T Hatta
Editor : ME. Bijo Dirajo