
SEMARANG — Perum Bulog Jawa Tengah menyiapkan pembagian beras untuk rakyat miskin (raskin) menyusul kenaikan harga beras medium yang mencapai angka Rp.10.000 per kilo di beberapa pasar tradisional di kota Semarang, yang diakibatkan musim kemarau berkepanjangan.
Kepala Regional Perum Bulog Regional Jawa Tegah dan DIY, Usep Karyana saat ditemui Cendana News mengharapkan dengan adanya pembagian raskin, perlahan harga beras medium akan turun di kisaran Rp. 9500 / kg, sedangkan jumlah raskin yang akan dibagikan sebanyak 2,48 juta rumah tangga sasaran penerima raskin.
Masing – masing rumah tangga sasaran penerima raskin akan mendapatkan jatah beras sebanyak 15 kilogram. Pembagian tersebut merupakan tambahan dari pembagian raskin yang selama ini secara reguler telah dilaksanakan setiap bulan.
Dikatakan, Bulog secara rutin setiap bulannya telah membagikan raskin sebanyak 37.000 Ton, sedangkan pembagian raskin tambahan ke 13 akan dibagikan pada pertengahan bulan September 2015 dan pada bulan Desember 2015.
Sedangkan untuk penyerapan gabah kering, di musim kemarau yang panjang seperti sekarang ini, Perum Bulog masih terus menyerap gabah dan beras dari para petani, terutama di wilayah pertanian kawasan dataran tinggi, dimana masih terdapat pasokan air dari irigasi. Setiap hari total serapan jenis gabah dan beras dari petani diperkirakan sebanyak 3000 sampai 4000 Ton.
Sementara di beberapa daerah Kabupten / Kota wilayah Jawa Tengah yang saat ini masih melaksanakan panen, antara lain Magelang, Tegal, Pekalongan, Pruworejo dan Klaten. Salah satu tingginya penyerapan gabah dan beras dari petani, berkat terjalinnya kerjasama antara unit kerja Perum Bulog dengan TNI AD dalam satuan tugas penguatan ketahanan pangan nasional.
Hingga awal bulan September 2015, penyerapan gabah dan beras telah berhasil dikelola Perum Bulog sebanyak 360.000 Ton, ditargetkan penyerapan gabah dan beras hingga bulan Desember 2015 mendatang sebanyak 505.000 Ton.
Dalam penyerapan gabah jenis premium, Perum Bulog dalam hal ini mematok harga pembelian gabah dengan derajat sosoh minimal 95 butir, butir jatah 10, dengan kadar air maksimal Rp. 7.150 hingga maksimal Rp. 7.700 per kilogram.
Sementara itu, salah seorang pedagang beras di Semarang, Djatmiko menyebutkan, kenaikan harga beras diperkirakan karena stok persediaan beras di luar kota Semarang terbatas, panen gabah jauh berkurang, yang masih panen tinggal Kendal, Pekalongan dan Klaten saja.
Djatmiko menambahkan, harga beras premium sudah mulai merangkak naik sampai Rp. 400, contohnya beras jenis Rojolele harga tertingginya mencapai Rp. 12.900 / kg, sedangkan beras jenis Mentik Wangi harganya melambung diatas Rp. 13.000 per kilonya, ujarnya.

JUMAT, 11 September 2015
Jurnalis : Eko Sulestyono
Foto : Eko Sulestyono
Editor : ME. Bijo Dirajo