
JAKARTA — Kawasan Blok M Plaza sudah menjadi destinasi warga Jakarta untuk berbelanja berbagai barang-barang keren sebagai kelengkapan lifestyle modis bagi muda-mudi kota Jakarta kalangan menengah kebawah. Akan tetapi tidak jarang banyak juga anak-anak muda kawasan elit yang mengunjungi kawasan ini untuk mencari sesuatu yang tidak bisa mereka dapatkan di mall megah.
Kehadiran deretan mall di tengah kota yang menawarkan gemerlapnya tatanan kehidupan kota layaknya kota-kota besar eropa tidak mengubah sedikitpun semangat para pedagang kaki lima (PKL) terowongan plaza blok M yang tertata rapi dan nyaman. Terowongan yang menampung puluhan PKL sejak beberapa generasi tetap menawarkan sensasi tersendiri bagi pengunjung.
Bram, seorang pemuda yang tinggal di kawasan pondok indah mencetak foto selfie nya bersama pasangan yang tersimpan di smartphone.
“Laptop sedang bermasalah, jadi saya kesini cetak foto. Gak pilih tempat lain, karena disini hasil editannya memuaskan. Pernah coba di mall depan kampus grogol, hasilnya menyedihkan, bikin saya ribut dengan pacar,” urai Bram kepada Cendana News sambil tersenyum.
Harga-harga yang ditawarkan di sini sangat ekonomis, yaitu mulai dari 25,000 rupiah sampai 300,000 rupiah untuk setiap barang diluar sepatu dan smartphone bekas. Mutu dan model barang tidak perlu diragukan, karena sudah banyak konsumen yang merasa cocok, seperti seorang mahasiswi bernama Sari yang selalu berbelanja di kawasan ini.
“Saya langganan parfum disini. Diluar bahkan di mall tidak bisa saya dapatkan campuran biang parfum dengan alkohol yang tahan satu setengah hari seharga 35,000 rupiah. makanya saya pasti kesini untuk refill botol parfum saya,” ungkap Sari.
Sepertinya kawasan PKL terowongan plaza blok M memang menyimpan banyak sensasi kepuasan berbelanja. Sangat tidak layak untuk melewatkan moment mengunjungi tempat ini. Contoh kepuasan pengunjung yang dialami Bram dan Sari merupakan contoh bagaimana tempat ini bisa bertahan ditengah serbuan mall-mall mewah kota jakarta.
Namun satu yang tidak berubah dari kawasan PKL blok M adalah, jangan sesekali kita melihat-lihat lalu melakukan penawaran, dan saat pedagang menyetujui harga, kita batal membeli tanpa alasan yang jelas. Disini hal tersebut sangat krusial dan peka sekali. Gordon, pedagang jam tangan mencoba menjelaskan sedikit terkait hal ini.
“Biasanya pengunjung wanita yang seperti itu, mereka melihat-lihat lalu menawar seolah mau membeli, dan begitu kami setuju harga tawaran tersebut serta merta kami ditinggal tanpa alasan yang jelas. Wah, minta digigit pelan-pelan itu,” seloroh Gordon, sambil disoraki pedagang wanita disamping kiri dan kanannya.
Banyak sekali kegiatan sosial kemasyarakatan yang diadakan pengelola terowongan plaza blok M untuk tetap menjaga eksistensi kawasan ini, antara lain bursa kerja yang sudah dilaksanakan pada tanggal 3-5 september 2015 dan program donor darah yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 September 2015.


SELASA, 8 September 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Foto : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo