
LAMPUNG — PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni melakukan penyiraman secara rutin bagi tanaman serta bunga yang ada di area pelabuhan Bakauheni. Penyiraman dilakukan selama musim kemarau yang berakibat kurangnya pasokan air dan membuat kering berbagai tanaman. Area Pelabuhan Bakauheni yang terdiri dari sekitar 8 kantong parkir selain terdapat pohon pohon peneduh jenis cemara, angsana, palem, serta tanaman hias berupa tanaman bunga bunga lain nyaris meranggas akibat kemarau yang melanda sebagain besar wilayah Sumatera.
Penyiraman yang diperuntukkan bagi tanaman tersebut bahkan harus menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar) yang biasa dipergunakan untuk memadamkan api. Salah satu petugas yang melakukan penyiraman mengaku setiap hari melakukan penyiraman berbagai tanaman yang ada di pelabuhan Bakauheni untuk menghindari berbagai tanaman peneduh dan tanaman hias mati.
“Kami lakukan penyiraman sehari dua kali pagi dan sore dan penyiraman dilakukan bertahap tidak semua tanaman area parkir karena kapasitas air juga terbatas selain digunakan untuk kapal juga dipakai untuk keperluan lain,”ungkap Andi kepada Cendana News, Minggu (06/09/2015).
Ratusan pohon yang sengaja ditanam di area Pelabuhan Bakauheni tersebut menurut Andi sengaja dipergunakan sebagai peneduh serta dipergunakan untuk mempercantik area pelabuhan. Namun semenjak musim kemarau beberapa tanaman layu dan nyaris mati. Melihat kondisi tersebut meskipun harus menggunakan mobil pemadam kebakaran setiap hari sebanyak 6.000liter air bahkan dipergunakan untuk menyiram tanaman tersebut.
Sementara itu manager operasional PT ASDP Bakauheni Heru Purwanto membenarkan bahwa penyiraman tanaman dilakukan untuk mempertahankan pohon pohon peneduh yang ada di area pelabuhan. Menurutnya tanaman tanaman tersebut sengaja ditanam menggunakan anggaran yang tidak sedikit sehingga harus dipelihara.
“Beberapa pohon diantaranya tanaman hias kan kita melibatkan pihak ketiga terutama untuk taman yang ada di depan loby, kalau tidak disiram dan mati sayang karena itu biayanya tidak sedikit,”ujar Heru Purwanto.
Selain melakukan penyiraman berbagai tanaman, pihak PT ASDP Bakauheni juga mewanti wanti pengguna kendaraan khususnya yang merokok untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan saat musim kemarau ini. Sebab beberapa hari lalu sempat terjadi kebakaran semak semak persis di pintu keluar pelabuhan Bakauheni.
“Sekarang musim kemarau sangat rentan kebakaran sehingga kita perintahkan petugas keamanan untuk menegur dan mengawasi para calon penumpang yang merokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan yang bisa menimbulkan kebakaran,”ungkap Heru.
Heru mengungkapkan selain Damkar tersebut dipergunakan untuk memadamkan api, Damkar milik PT ASDP juga sewaktu waktu bisa dipergunakan untuk menyiram tanaman yang merupakan bagian dari keindahan di pelabuhan Bakauheni. Selama ini mobil pemadam kebakaran tersebut hanya dipergunakan untuk insiden kebakaran saja namun selama musim kemarau fungsinya juga dipergunakan untuk menyiram tanaman di area Pelabuhan Bakauheni mulai dari taman di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, area parkir dan terminal.

MINGGU, 6 September 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo