Tren
- Partai-partai Masa Depan
- Peluang PD III: Kapan dan Di Mana?
- Hilirisasi Rekoneksi Pelita V
- Smart Priority Justice
- Partai Islam dari Masa ke Masa
- Hotspot Perang Terkini
- Perubahan Arsitektur Komunikasi Presiden?
- Hukum Bahasa Peradaban
- Seharusnya Serba Dua Periode
- Perdamaian: Konstitusi, Islam, dan Justifikasi Teoritik
YOGYAKARTA — Dalam kunjungan kerja perseorangan di sentra perternakan sapi dusun Mulungan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2015), siang, ada hal menarik terjadi tanpa disengaja. Titiek Soeharto beserta rombongan yang hendak menuju komplek kandang sapi, melewati salah satu rumah warga setempat yang sedang hajat mantu. Spontan, Titiek menunduk dan mengucapkan kata permisi, lalu serta-merta menghampiri sepasang pengantin dan memberinya selamat.
Pesta perkawinan warga dusun Mulungan, Bambang Kristian Heri Pamungkas dan Panggah Mawar Umara, berubah menjadi pesta perkawinan yang istimewa. Saat itu tanpa disengaja, dan tak dinyana oleh sang tuan rumah, Titiek bukannya melintas begitu saja. Ia mengucap kata permisi ‘numpang lewat’, dan beberapa langkah kemudian berhenti untuk memberi selamat kepada pasangan pengantin tersebut.
Peristiwa itu pun membuat heboh suasana resepsi perkawinan pasangan Bambang dan Panggah. Tak urung, sejumlah tamu undangan pengantin langsung berdiri dan berfoto ria bersama Titiek. Tak ketinggalan pula Sriyadi dan Susilowati, ayah dan ibu dari pengantin pria juga merasa terkejut sekaligus bangga. Sriyadi dengan lemah lembut kejawaannya mengatakan kepada Titiek, sangat berterimakasih atas kesediaannya memberi selamat dan semoga kedatangannya menjadi berkah bagi keluarganya.
Tak lama Titiek berada di atas pelaminan sepasang pengantin itu untuk berfoto-foto, lalu melanjutkan kunjungan kerjanya.
Lalu saat ditanya bagaimana perasaannya, Bambang sang pengantin pria mengaku sangat terkejut dan bangga sekali. Sekaligus salut. “Bu Titiek kok sangat merakyat sekali. Tidak membeda-bedakan orang”, cetusnya.
Senada dengan Bambang, sang ayah pengantin pria yang juga dibuat terkejut dengan kedatangan Titiek Soeharto. Dia mengungkap kebahagiaannya atas peristiwa yang tak disengaja tersebut. Sriyadi yang berprofesi sebagai guide wisatawan asing dan penerjemah bahasa Inggris itu menuturkan, kedatangan Bu Titiek menjadi sebuah penghargaan bagi kami sekeluarga.
“Waktu itu, saya sempat sampaikan kehadiran Ibu merupakan berkah bagi kelurga kami. Dan Ibu spontan menjawab, berkah untuk semuanya dari Alloh”, ujar Sriyadi.
Sriaydi pun tentu saja kemudian menyampaikan harapannya, agar Mbak Titiek bisa menyelanggarakan pemerintahan dengan baik, membuat negara ini menjadi betul-betul untuk rakyat dan menjadi pemimpin yang mementingkan rakyatnya.
“Kami rakyat betu-batul sudah capek dengan rupiah yang hancur terus sehingga ekonomi sulit. Kami berharap, Mbak Titiek bisa mendorong terciptanya kebijakan yang membela rakyat”, pungkasnya.
SABTU, 12 September 2015
Jurnalis : Koko Triarko
Foto : Koko Triarko
Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...