| Penjual Gultik Mahakam |
JAKARTA — Bagi generasi angkatan 1980-1990-an maka tidak akan pernah bisa melupakan sebuah jalan bersejarah di Selatan Jakarta, yaitu Jalan Mahakam. Menyebut jalan ini akan muncul beberapa kenangan yang dapat di ingat, yaitu toko kaset legendaris bernama Aquarius dan satu lagi Gulai Tikungan Mahakam, atau lebih dikenal khalayak luas hingga saat ini dengan Gultik Mahakam.
Gulai tikungan di jalan Mahakam masih bertahan sampai detik ini. Para pedagang Gultik ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu mereka semua berasal dari Solo, Jawa Tengah, dan berdagang Gultik di Jalan Mahakam turun-temurun.
Gareng, pedagang Gultik yang melanjutkan tongkat estafet dagangan dari ayahnya mengatakan, saat ini sudah tidak seperti jaman dahulu lagi. Sekarang sudah agak sepi pengunjung sehingga omset mereka mulai menurun bulan demi bulan dan tahun demi tahun.
” Mungkin sudah banyak saingan. Lihat saja, banyak sekali pedagang makanan sekarang disekitar tempat ini. Akan tetapi kami masih bertahan disini karena kami yakin jika dulu kami bisa maka sekarangpun tetap bisa,” ucap Gareng dengan penuh semangat kepada Cendana News.
Masih menurut Gareng, harga Gultik Mahakam adalah sama ditiap pedagangnya, yaitu 10,000 rupiah per mangkok. Gareng dan ayahnya mengawali semua dengan harga 500 rupiah per mangkok pada tahun 1990. Dan seiring perkembangan harga bahan pokok, maka tahun 1991 naik menjadi 1,000 rupiah per mangkok, dan begitu seterusnya sampai hari ini berada di angka 10,000 rupiah per mangkok.
” Tapi itu sudah include nasi putih, jadi menurut kami masih murah. Dan rasa serta aroma Gultik Mahakam tetap sama dari masa ke masa. Kami sangat menjaga resep komunitas kami agar tidak ada yang menyamai,” lanjut Gareng.
Berbeda dengan Gultik Mahakam, toko kaset legendaris bernama Aquarius Mahakam ternyata sudah tutup sejak tahun 2013 yang lalu. Menurut para pedagang Gultik, toko tersebut bangkrut dan tidak bisa membiayai seluruh operasional sekaligus gaji karyawan-karyawannya lagi.
Padahal, toko kaset ini adalah tempat dimana kaum muda Ibukota di era 80-90an mencari album-album kaset atau piringan hitam yang sulit di temukan di toko kaset biasa. Saat ini, toko kaset Aquarius Mahakam telah ditempati oleh Grapari Telkomsel Loop.
Ada sedikit kekhawatiran dari pedagang Gultik Mahakam bahwa mereka akan bernasib sama dengan toko kaset Aquatrius Mahakam. Namun perasaan tersebut mereka buang jauh-jauh karena selama mereka masih bisa berusaha maka sudah pasti akan ada jalan yang dibuka oleh Tuhan untuk mereka.
Harapan kedepan dari para pedagang Gultik Mahakam adalah mereka bisa menemukan sedikit hal yang berbeda agar dapat kembali menarik minat anak-anak muda agar kembali makan Gultik sambil nongkrong ngobrol ngalor-ngidul di tenda Gultik Mahakam.
” Semoga terobosan tersebut bisa segera kami temukan bersama-sama agar kami tidak bernasib sama dengan toko kaset di depan,” Gareng mengakhiri perkataannya sambil menunjuk ke arah gedung yang dulunya adalah toko kaset bernama Aquarius.
SENIN, 28 September 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Foto : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo