Darurat Asap, Pemko Payakumbuh Liburkan Aktivitas Sekolah

PAYAKUMBUH / Sumbar — Reydonnyzar Moenek, Penjabat (Pj) Gubernur Sumbar menginstruksikan kepala daerah untuk mengambil tindakan terkait bencana kabut asap di daerahnya masing-masing. Mengingat setiap daerah memiliki tingkat kerawanan kabut asap yang berbeda, seperti daerah Kabupaten Dharmasraya, Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh yang berbatasan langsung dengan Provinsi “Penghasil” kabut asap tersebut. Yang menurut catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar memiliki kualitas udara yang sudah berada di level membahayakan.
“Kami instruksikan kepala daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi. Juga membagikan masker kepada seluruh masyarakat. Kondisi kabut asap di Sumbar terus mengalami pemburukan sejak beberapa hari terakhir. Beberapa daerah bahkan dinilai terbilang parah seperti Kota Payakumbuh, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Dharmasraya,” ujar Pj Gubernur yang akrab disapa Donny ini.
Donny juga mendesak pemerintah provinsi tetangga seperti Sumatra Selatan, Jambi dan Riau mempercepat proses penanganan bencana asap, sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Kami juga akan bertemu dalam forum gubernur untuk mempercepat penanganan kabut asap. Termasuk juga penanganan jangka panjang,” jelas Donny.
Menanggapi instruksi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh, Sumatra Barat menetapkan tanggap darurat asap selama satu minggu ke depan, serta meliburkan sekolah selama tiga hari.
Sebagaimana disampaikan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar. Ia menyatakan kabut asap akibat kebarakan hutan dan lahan di sejumlah daerah di Sumatra telah menyebabkan kiriman asap yang tebal di daerahnya.
“Payakumbuh darurat asap. Kami tetapkan selama seminggu karena kualitas udara kian memburuk,” tulisnya dalam rilis yang diterima Cendana News  Selasa (8/9/2015) pagi.
Selain menetapkan darurat asap, ia juga meliburkan sekolah selama tiga hari mulai hari ini, (Selasa, 8/9/2015) hingga Kamis, 10 September.
Setelah meliburkan sekolah dan mentapkan status darurat Asap, pemerintah setempat masih akan mengevalusi bencana asap untuk tindakan lanjutan.
Suwandel juga meminta warga tidak melakukan pembakaran sampah atau bahan lainnya yang akan menimbulkan polusi udara, serta mengurangi penggunaan kendaraan bermotor yang menyebabkan polusi.
Sementara itu, dihubungi terpisah,  Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Syamsurizal menyebutkan kualitas udara semakin memburuk dengan kategori tidak sehat. Tingkat konsentrasi aerosol atau partikel debu (PM10) di daerah itu mencapai 190 mikrogram per meter kubik.
“Kami juga uji di Lima Puluh Kota, parameter ISPU sudah 198 atau sudah tidak sehat,” ujar Syamsurizal.
Ia mengatakan jarak pandang di pagi hari untuk kota itu hanya berkisar 150 meter, sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas seperti biasa di luar rumah.
SELASA, 8 September 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...