| Air Terjun di Malalak |
AGAM — Sumatera Barat (Sumbar) yang dikenal dengan keelokan alamnya memang menyimpan ratusan objek wisata yang masih belum digarap dengan profesional. Salah satunya berada di balik lebatnya hutan tropis di Kecamatan Malalak. Ternyata didalamnya ada deretan air terjun fantastis yang membuat mata terpana. Tepatnya di Jorong Nyiur, Kenagarian Malalak Selatan tersembunyi 5 air terjun yang layak jadi destinasi bagi mereka pecinta petualangan di alam liar.
Kelima air terjun itu, yakni Batang Pipia, Langkuik Barangin, Langkuik Tinggi dan dua air terjun lainnya yang tak kalah menarik. Namun sayangnya, objek wisata ini masih dikelola dengan swadaya masyarakat dan masih kurangnya promosi.
Zainuddin, warga setempat yang ditemui Cendana News menjelaskan. Objek wisata ini, baru dianggap sebagai tempat wisata sejak dua tahun kebelakang, sebelumnya ini hanyalah tempat mandi-mandi bagi masyarakat yang pulang dari ladang atau mereka yang pulang dari rimba.
“Sejak dikampung kami masuk hp dan semakin banyak yang mengambil foto di air terjun itu. Sudah ramai saja muda mudi yang kesini,” ujar Zainuddin yang juga menggelar dagangannya di jalan setapak menuju objek wisata tersebut, Sabtu (26/09/2015) pagi.
Destinasi utama di sini adalah air terjun Langkuik Tinggi. Air terjun ini punya ketinggian mencapai 100 meter dengan debit air yang amat tinggi. Cipratan airnya, membuat pengunjung yang berada di radius 15 meter dari air terjun basah kuyup.
Uniknya, meski kemarau tengah melanda daerah ini, debit air terjun tidak berkurang dan tak berhenti mengaliri airnya bagi Sungai Batang Malalak yang bermuara ke Laut Pariaman.
“Airnya tak pernah kering, namun cukup berbahaya di musim penghujan karena arusnya terlalu deras. Kalau musim hujan tidak ada yang berani dekat-dekat karena berbahaya” lanjut Zainuddin.
Di Langkuik Tinggi, pengunjung bisa menyaksikan keindahan air jatuh dari puncak bukit, berpadu gemuruhnya suara air yang menimpa bebatuan besar di bawahnya.
Hanya saja, butuh usaha ekstra keras mencapai lokasi tersembunyi ini. Dari jalan raya yang menghubungkan Bukittinggi – Malalak, dibutuhkan waktu sekitar 1 jam berjalan kaki menembus lebatnya hutan.
Tanjakan vertikal sesekali menghadang. Belum lagi, dibeberapa titik kita diharuskan untuk menyusuri arus sungai yang licin. Perjalanan sungguh berbahaya. Di sarankan, bagi yang belum pernah ke sini, untuk memakai jasa guide lokal.
“Jalannya amat curam. Salah melangkah, kita bisa tewas,” ujar Alek, salah satu pengunjung yang baru saja kembali dari Air Terjun Langkuik Tinggi.
Meski dengan baju sedikit berlumpur karena dua kali terjatuh, Alek mengaku terkesima saat mencapai air terjun itu.
”Air terjun ini amat indah, seharusnya Pemerintah mengelola dengan lebih baik. Terutama memperbaiki akses menuju lokasi yang saat ini amat berbahaya,” tukas Alek.
Untuk mencapai air terjun ini, memang hanya bisa memakai kendaraan pribadi. Sebab akses jalan ini tidak dilalui angkutan umum. Untuk menuju air terjun ini memiliki pintu masuk yang beragam, ada yang berada di jalan lintas antara Bukittinggi-Malalak atau melewati jalur Malalak-Padang Pariaman.
Lokasi masuk sendiri beradai ditepi jalan tanpa ada rambu, atau tanda bahwa ada air terjun didalamnya. Belum lagi rimba yang akan dilewati masih perawan (Kecuali jalan setapak menuju lokasi) sehingga, pengunjung diharapkan untuk waspada tehadap gangguan hewan liar.
SABTU, 26 September 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad
Foto : Muslim Abdul Rahmad
Editor : ME. Bijo Dirajo