
“Agenda seni itu diadakan sebagai upaya melestarikan seni tradisional desa setempat, yang selama ini mati akibat erupsi Merapi tahun 2010”, jelasnya.
“Dari sekitar 20-an anggota Kelompok Karawitan Sedyo Rukun dari dusun Manggong, seluruh anggotanya sudah berusi tua”, pungkas Wiyana, sembari menambahkan Gelar Atraksi Seni Pagerjurang nanti akan dipungkasi dengan dengan pentas Jathilan atau kuda lumping dari Grup Turonggo Mudo Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.


