Pedagang Kaki Lima Berikan Warna Tersendiri di Ibukota

JAKARTA — Setiap ruang pusat belanja di Jakarta tidak pernah luput dari Pedagang Kaki Lima atau PKL. Namun tanpa disadari, mereka telah memberikan warna tersendiri bagi kelangsungan pusat perbelanjaan.
Maksudnya adalah, jika pembeli tidak bisa mendapatkan barang belanja atau kuliner yang diinginkan maka terkadang bisa ditemukan di lapak PKL. Contohnya aksesoris murah berwarna-warni bagi kaum wanita dan remaja putri, serta kuliner lezat yang langka seperi sukun goreng, otak-otak jakarta yang lezat, serta tidak lupa rujak bebeg (rujak buah mengkal ditumbuk/diulek halus bersamaan dengan bumbunya).
Yeti, pedagang Sukun goreng menjual masakannya seharga 5,000 rupiah per biji namun pasti habis diborong pembeli.
“Biasanya sore saya buka, lalu goreng, menjelang malam sudah habis. Kadangkala diborong orang kaya yang pakai mobil,” cerita Yeti kepada Cendana News.
Beda halnya dengan Muniati pedagang Otak-otak jakarta. Dagangannya hanya bergantung ada mereka para penggemar otak-otak saja, jadi harus bersabar.
“Biasanya orang kantoran, atau mahasiswi yang lewat pasti borong membeli dagangan saya. Ada waktunya,” papar Muniati.
Para PKL kuliner kawasan Pasar Baru layak dikunjungi karena memiliki masakan yang tidak kalah lezat dari restoran besar serta tidak lupa lebih tradisional.


RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Miechell Koagouw
Foto            : Miechell Koagouw
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...