
FLORES — Gema perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-70 di Kabupaten Manggarai masih terasa hingga beberapa hari ini. Seperti yang dilakukan di Kota Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, pagelaran Caci ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian panjang perayaan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Panitia Perayaan HUT RI ke-70 Kabupaten Manggarai melalui Ketua Pertunjukan, Felix Edon, Rabu (19/08/2015).
“Ini masih satu rangkaian dengan perayaan 17 Agustus. Dan sejak 2008, kegiatan itu sudah ditetapkan sebagai iventetap. 18 dan 19 Agustus itu iven tetap untuk pagelaran Caci. Malah mulai tahun depan akan dilaksanakan untuk 3 hari dia,” katanya.
Pertunjukan Caci, sebut Felix, selalu mendapat tempat istimewa dan diberi waktu khusus yang agak lama dalam konteks perayaan 17 Agustus di ibukota Kabupaten Manggarai karena merupakan ikon budaya Manggarai. “Karena dia merupakan ikon budaya kita, sehingga dia dijadikan iven tetap tanggal 18 sampai 19 Agustus,” jelas Felix.
Selanjutnya terkait dengan peserta yang hadir dalam pagelaran ini, Felix mengakui, pihaknya selaku event organizer merekruit orang-orang berbakat Caci dari seluruh kecamatan di Kabupaten Manggarai. Setiap kecamatan, diminta mengutus para pemain Caci-nya masing-masing dengan jumlah yang sudah ditetapkan secara proporsional oleh penata acara.
“Setiap kecamatan itu 5 orang. Kemudian menjadi koordinator itu bergilir. Kan ada 2 kubu atau 2 grup. Jadi kita bagi 2 grup, grup Ngara Golo, tuan rumah dan juga grup Meka Landang, tamu,” terangnya.
Sejumlah kecamatan yang masuk kategori Ngara Golo adalah Langke Rembong, Wae Ri’i, Cibal, Cibal Barat, Reok dan Reok Barat. Sedangkan yang masuk kubu Meka Landang meliputi Satarmese, Satarmese Barat, Lelak, Ruteng, Rahong Utara. Enam peserta kubu pertama merupakan wilayah-wilayah kecamatan dari Kabupaten Manggarai bagian Utara. Sedangkan enam yang lainnya berasal dari ufuk Selatan.
Sementara itu, selaku penanggung jawab iven, Felix mengakui, terselenggaranya pagelaran Caci ini difasilitasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Pantauan Cendana News, Pagelaran Caci ini ramai ditonton oleh ribuan warga komunitas budaya Manggarai. Hadir pula pada kesempatan tersebut sejumlah wisatawan asing dari Rusia dan beberapa negara lainnya. Pagelaran yang berlangsung selama dua hari berturut-turut sejak kemarin, Selasa (18/08/2015), ini tampak dimulai sejak matahari terbit hingga matahari terbenam.
Caci merupakan tarian tradisional komunitas budaya Manggarai di Flores Barat, NTT. Caci menampilkan koreografi sebagai Tarian Perang yang dimainkan oleh kaum lelaki yang membentuk dua kubu dengan posisi saling berlawanan. Tarian ini memperlihatkan para lelaki jagoan dengan busana setengah telanjang (tidak berbaju).
Caci menurut asal katanya berarti ‘satu lawan satu’. Dalam permainan Caci, lelaki dari masing-masing kubu bersabung satu lawan satu dengan atribut perang berupa cambuk yang terbuat dari irisan kulit kerbau kering sebagai alat pukul dan perisai bulat yang juga terbuat dari kulit kerbau sebagai pelindung diri.
Permainan ini penuh aroma sportivitas. Pukul-memukul selalu harus dilakukan secara bergantian. Masing-masing pelaku memiliki peluang untuk mencambuk lawan sekemampuan yang paling kuat hingga lawan terluka atau mati sekalipun. Namun, penghargaan terhadap satu sama lain juga selalu sangat dijunjung




RABU, 19 Agustus 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Foto : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo