
LAMPUNG — Hilangnya sekelompok nelayan di perairan Teluk Lampung yang sudah memasuki hari kedelapan akhirnya menemui titik terang. Setelah dilakukan pencarian oleh tim Basarnas, Ditpolair Polda Lampung serta keluarga korban, informasi nelayan tersebut dinyatakan selamat setelah berhasil diselamatkan oleh Satuan Polisi Perairan Polres Lampung Barat.
Para nelayan tersebut tersebut berada di perairan dan dinyatakan hilang selama delapan hari. Bahkan saat Cendana News berada di Pulau Sebuku beberapa nelayan setempat mengaku mendapat informasi hilangnya nelayan tersebut sudah sepekan dan belum menemui titik terang hingga kejadian kecelakaan tabrakan kapal tongkang juga terjadi di perairan dekat Pulau Sebuku.
Keenam nelayan yang mencari ikan tersebut berlayar menggunakan kapal KM Waluya berkapasitas 4 GT dan berangkat dari Pulau Pasaran, Lempasing, Lampung Selatan, pada Minggu (9/8/2015). Para nelayan mulai kehilangan kontak pada Senin (10/8/2015) saat berada di Pulau Sebesi akibat mesin kapal yang ditumpangi mati total.
Baca juga; https://www.cendananews.com/2015/08/perahu-nelayan-tertabrak-kapal-tongkang.html
Berdasarkan informasi ditemukannya para korban kapal hilang tersebut, Kapolres Lampung Barat AKBP Dono Sembodo melalui Kasat Polair Iptu Suheri saat dihubungi pada Rabu (19/8/2015) mengungkapkan sekitar pukul 15.45 pada Selasa (18/8/2015) pihaknya mengevakuasi kapal motor (KM) Waluya 2 di Pelabuhan Way Batang Kecamatan Lemong Pesisir Barat, yang telah hilang kontak sejak Senin (10/8/2015), pukul 08.00.
Ia mengungkapkan evakuasi dilakukan pada sore hari dengan sebanyak enam penumpang yang kondisinya selamat, dan langsung bawa oleh anggota Polair Polres Lampung Barat ke puskesmas untuk diperiksan kesehatannya.
Kronologi hilangnya para nelayan dalam kapal pelelek tersebut menurut keterangan awak kapal mereka berangkat dari Pulau Pasaran Lempasing hari Minggu (9/8/2015) menuju Pulau Sebesi Lampung Selatan dan tiba sekitar pukul 22.00. Keesokan harinya sekitar pukul 08.00 mesin mati total kemudian para awak kapal melempar jangkar tetapi jangkar tidak sampai ke dasar laut, sehingga kapal terombang ambing ombak besar dan arus kencang selama delapan hari di lautan.
Setelah terombang ambing selam delapan hari, kapal baru ditemukan kapal ikan Setia Abadi dari Jakarta menuju Enggano di perairan Enggano, Bengkulu Utara. Kemudian ditarik menuju Lemong setelah menempuh perjalanan 26 jam kapal sampai di Lemong.
“Setelah mendapat berita pada hari Kamis dari Direktorat kita langsung hubungi nelayan yang ada di Pesisir Barat dan hari Selasa dapat berita dari nelayan Lemong, kemudian kita langsung melakukan evakuasi,”ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Cendana News, nama-nama awak kapal antara lain Hasan Basri (36), Andi Setiawan (26), Suminto (51), Rudianto (26), Suherman (29), dan Piding (32), kesemuanya merupakan warga Kota Karang, Kecamatan Telukbetung, Bandar Lampung.
Sementara itu di perairan yang sama sebuah kapal nelayan, KM Mandiri warna hijau pencari rajungan di perairan Selat Sunda tertabrak tongkang di lintasan sekitar Pulau San Tiga atau Tumbu Tiga Lampung Selatan Provinsi Lampung. Akibatnya, dua orang korban masih hilang dan dua orang diselamatkan oleh nelayan setempat di perairan Suak Sidomulyo yang sedang mencari ikan.
Dua korban yang dinyatakan selamat yakni Suminta (36) asal Kampung Soge Utara Desa Puniang Jaya Pandeglang, Ade (24) warga Babelan Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Sementara itu korban yang belum ditemukan diantaranya Rianto (17) dan Jepri (20) keduanya warga Indramayu yang merupakan kerabat nahkoda serta anak pemilik kapal.
Kepala Satuan kepolisian perairan Polres Lampung Selatan, IPTU Baharudin mengungkapkan, kronologis kejadian kecelakaan tabrakan kapal terjadi sekitar jam 01:00 WIB dini hari saat kondisi gelap di perairan Selat Sunda. Hingga kini tim Basarnas masih melakukan pencarian terhadap kedua korban hilang yang belum ditemukan. Basarnas Lampung bahkan hingga saat ini masih mendirikan pos pemantauan di dermaga Canti Lampung Selatan untuk proses pencarian dua korban hilang yang belum ditemukan.
Sementara itu dari informasi terkini yang diperoleh Cendana News satu korban hilang akibat tabrakan kapal tongkang dan nelayan di Perairan Lampung Selatan, satu korban berhasil ditemukan.
“Satu korban bernama Jepri berhasil diselamatkan oleh kapal asing bernedera Malaysia yang melintas di sekitar Pulau Legundi dan akhirnya dititipkan nelayan di wilayah perairan Bengkulu,”ungkap Kasatpolair Polres Lampung Selatan Iptu Baharudin melalui sambungan telepon.


RABU, 19 Agustus 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo