
Pada kesempatan itu, kedua lembaga ini juga menandatangani Memorandum of Understanding (Nota Kesepahaman) kerjasama antar lembaga yang nantinya mengatur tentang peran pemuda dalam mewujudkan penyiaran yang sehat dan bermartabat.
“KNPI adalah wadah berhimpun para pemuda, aktivis dan cendekiawan muda, bahkan bila tidak berlebihan saya sebutkan KNPI ini adalah labotarium kader yang mencetak dan menghasilkan para pemimpin daerah dan bangsa ini di masa mendatang. Karena alasan itulah, saya memandang kerjasama ini menjadi strategis untuk dilaksanakan,” katanya.
“Secara kelembagaan, kami akan sangat mendukung apabila di internal organisasi pemuda juga menjadikan Literasi Media sebagai program kerjanya, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.
“Pemuda sebagai agen perubahan dapat memainkan peran untuk ikut serta mewujudkan penyiaran nasional yang sehat dan bermartabat,” katanya.
“Muatan acara seperti di beberapa program acara televisi sama sekali tidak mendidik masyarakat, ini harus menjadi perhatian kita bersama. Karena itu saya berharap setelah penandatanganan MOU antara KPID dengan KNPI ini, akan kita tindaklanjuti dengan program-program yang lebih konkrit lagi,” ujarnya.
“Saya mengapresiasi kerjasama antara KPID dan KNPI Maluku dalam melakukan literasi media, sekaligus penandatanganan MOU untuk menindaklanjuti kerjasama yang ada. Hal ini penting karena membangun kesadaran dan partisipasi publik untuk cerdas memilih program acara televisi yang mengedepankan nilai edukasi dan moral merupakan tanggung jawab kita bersama,” tandasnya.