YOGYAKARTA — Sebagai kota budaya, Yogyakarta seperti tak pernah sepi dari kegiatan seni. Kali ini, Minggu (30/8), sebuah kirab besar dalam rangka penutupan acara Jogja Fashion Week 2015 dilangsungkan di pusat Kota Yogyakarta, Malioboro. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang rute kirab, antusias menyaksikan kirab budaya fashion dari Sabang sampai Merauke.
Jogja Fashion Week sebagai ajang kreatifitas para perancang busana tanah air, digelar setiap tahun sebagai stimulun bagi berkembangnya dunia fashion tanah air. Dalam ajang tersebut, fashion tak dianggap sebagai gaya hidup belaka. Melainkan juga sebagai potensi bisnis lokal berskala industri. JFW digelar sebagai upaya mengembangkan industri fashion dalam negeri, yang diharapkan mampu membantu program pemerintah dan mengangkat perekonomian rakyat.
Tahun ini, JFW 2015 mengangkat tema ‘Svarna Archipelago’, yang bermakna bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan kaya akan seni budaya yang beraneka ragam yang bisa menginspirasi dunia dalam berbagai aspek. Seperti namanya, Jogja Fashion Week, gelaran acara glamor namun penuh nilai tradisional tersebut diadakan selama sepekan, sejak 26-30 Agustus 2015. Dalam penutupannya, digelarlah kirab melibatkan seluruh peserta. Sebanyak 100 perancang busana dari tanah air terlibat dalam perhelatan besar tersebut, dan menampilkan lebih dari 1000 hasil rancangan busana mereka.
Lia Mustafa, ketua penyelenggara JFW 2015 mengatakan, fashion Show diikuti lebih dari 100 perancang busana yang sudah memiliki merk produk, tempat usaha dan menampilkan 1500 karya. Fashion Show ini, katanya, dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu Kategori Kebaya, Kategori Muslim, Kategori Casual, kategori Evening-Cocktail dan Kategori Men’s Wear.
JFW yang selalu digelar setiap tahun merupakan media promosi bagi para perancang busana di tanah air. Tentu saja JWF diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi para perancang tanah air dari Sabang sampai Merauke menuju ke pasar dunia. Lebih dari itu, kata Lia, JFW 2015 juga diharapkan bisa mengangkat kebudayaan lokal yang ada di setiap kepulauan di Indonesia, seperti budaya, tradisi dan adat istiadat yang dituangkan ke dalam desain busana.
Gelar acara tahunan Jogja Fashion Week terselenggara berkat kerjasama berbagai lembaga terkait. Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) DIY, didukung oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, serta Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).
MINGGU, 30 Agustus 2015
Jurnalis : Koko Triarko
Foto : Koko Triarko
Editor : ME. Bijo Dirajo