Warga Lolang Keluhkan Arus Tidak Stabil

NUSA TENGGARA TIMUR, 27/7/2015—Bentangan kabel masuk kampung dan meteran (alat ukur daya) yang terpasang di rumah-rumah sempat menggembirakan warga Desa Lolang, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Namun, ternyata keberadaan benda tersebut belum menjamin warga mendapat layanan listrik yang maksimal dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Ruteng.

Seorang warga yang mengaku telah menjadi pelanggan PLN Ranting Ruteng, Gusti, sempat menyampaikan keluhannya kepada Cendana News, Minggu (26/07/2015). Ia menyampaikan kondisi arus listrik di rumahnya selama ini tidak stabil setiap harinya.

“Sejak jadi pelanggan PLN Ruteng, arus listrik di rumah saya kok selalu tidak stabil. Setiap hari, kalau saya terlambat nyalakan lampu, pasti ada lampu yang nyalanya suram, bahkan tidak nyala sama sekali. Selama ini, saya hitung sudah ganti lampu 11 kali. Padahal lampu di rumah saya hanya 5 buah. Tak sebanding dengan meteran yang berdaya 900 Volt,” ungkap Gusti mengeluh di Poncung.

“Awalnya saya sempat berpikir positif saja. Pikiran saya waktu itu, ya, mungkin ada kesalahan sambungan. Saya lalu tanya sama yang pasang. Jawabnya, tidak ada masalah. Saya akhirnya, tidak perlu tanya lagi karena ternyata bukan cuma di rumah saya,” lanjutnya.

Ia mencontohkan salah satu tetangganya yang juga mengalami hal yang sama. Selama ini, kata Nela, bahkan tidak ada rumah di kampungnya yang arus listriknya terkondisi stabil. “Ite (Anda) bisa tanya saja sendiri ke rumah-rumah di bawah. Mereka pasti sampaikan pengalaman yang sama,” tuturnya meyakinkan.

Diduga, jaringan listrik yang selama ini terpasang ke rumah warga Desa Lolang masih berstatus ilegal. Sebelumnya, Kepala PLN Ranting Ruteng, Soeharto pernah mengakui, sudah ada jaringan listrik ilegal di wilayah PLN Ranting Ruteng. “Kami tidak akan mengoperasikan jaringan tersebut karena PLN punya standar kerja. Kalaupun ada perluasan jaringan nantinya ke wilayah tersebut, kami pasti bongkar,” ungkapnya tegas ketika ditemui Cendana News di ruang kerjanya. (Fonsi Econg)

Lihat juga...