
CENDANANEWS (Lampung) – Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edwardsyah Pernong mengingkatkan jajaran Polres Lampung Selatan secara khsusus satuan narkoba untuk terus waspada dan tidak kendor dalam melakukan pengawasan. Meski dalam pelayanan operasi ketupat mudik lebaran 2015 kali ini, seluruh anggota Polres Lamsel tidak boleh lengah.
Ia meminta kepada satnarkoba Polres Lampung Selatan untuk terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan kendaraan-kendaraan yang dicurigai digunakan mengangkut narkoba lintas pulau melalui jalur penyeberangan pelabuhan Bakauheni.
“Tidak menutup kemungkinan momen mudik lebaran juga dimanfaatkan oleh jaringan narkoba untuk mengirim paket barang haram tersebut. Karenanya pengawasan tetap harus ditingkatkan,” terang Brigjen Pol Edwar Syah Pernong saat ekspose hasil tangkapan paket ganja sebanyak 2,592 ton di Mapolres Lampung Selatan, Kamis (9/7/2015).
Ia mengatakan tingginya intensitas lalulintas kendaraan pemudik yang melalui jalur penyeberangan tentu dianggap sebagai celah bagi jaringan narkoba untuk dimanfaatkan guna mengirim paket barang haram tersebut.

Secara khusus, jenderal bintang satu yang juga raja Skala Brak Lampung Barat itu mengapresiasi keberhasilan sat narkoba Polres Lampung Selatan yang berhasil menggagalkan upaya pengiriman paket narkoba jenis ganja sebanyak 2,592 ton pada Selasa (7/7) lalu.
Dimana paket narkoba tersebut diangkut menggunakan mobil box colt disel warna kuning dengan plat nomor polisi B 9729 NCA yang dikemudikan oleh Ulumudin dan Rojak warga Tanggerang Banten.
Dari hasil pengembangan yang dilakukan oleh sat narkoba Polres Lampung Selatan, kembali berhasil diamankan dua tersangka lainnya yakni Agus Nuri, warga Depok dan Dodi Suhartono warga Tanggerang Banten.
Dari pengakuan para tersangka, jelas Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki, mereka membawa paket ganja tersebut dari Binjai Sumatera Utara. Dimana Ulumudin dan Rojak diminta oleh seseorang untuk membawa truk colt disel box ke Binjai.
Lalu setibanya di Binjai, truk diambil alih oleh dua orang Bagus dan Amril (DPO). Sedangkan kedua tersangka menginap di sebuah hotel. Setelah tiga hari tersangka Ulumudin dan Rojak kemudian dijemput kembali untuk mengambil truk box colt disel yang telah diisi dengan paket ganja sebanyak 73 karung.
“Kedua tersangka mendapatkan bayarn sebesar Rp. 20 juta. Keduanya diamankan saat hendak menyeberang melalui jalur pelabuhan Bakauheni pada Selasa lalu,” jelas mantan Kapolres Kota Metro itu.
Dari hasil pengembangan, petugas kembali mengamankan dua tersangka lainnya Agus Nuri dan Dodi Suhartono. Dimana keduanya memiliki peran yang berbeda. Agus menjadi penyedia tempat untuk menyimpan paket ganja. Sedangkan Dodi sebagai suruan penyedia dana.
“Jaringan ini diduga dikendalikan oleh jaringan narkoba yang ada di Yogyakarta. Sebab menurut pengakuan para tersangka mereka diminta oleh seseorang bernama Abi. Mereka dihubungi via telpon,” tambah kasat narkoba Polres Lampung Selatan Iptu M. Robby Syahferry.
Saat disinggung apakah ada keterkaitannya antara pengiriman paket ganja 2,592 ton itu dengan pengiriman paket ganja 200 kg pada bulan Mei lalu yang juga diduga dikendalikan oleh jaringan asal Jawa Tengah, mantan kasat narkoba Polres Kota Metro itu mengatakan ia belum bisa memastikan adanya hubungan.
Ia pun kembali mengaku belum bisa memastikan apakah paket ganja sebanyak 2,592 tersebut akan di pasarkan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta atau untuk distribusi daerah pulau Jawa lainnya.
“Kalau melihat jumlahnya sepertinya tidak hanya untuk wilayah Jakarta. Tapi juga daerah lainnya. Apalagi bos besarnya diduga berada di Yogyakarta. Bisa saja paket ganja tersebut juga untuk di pasarkan di kota pelajar tersebut,” tandasnya.

——————————————————-
KAMIS, 09 Juli 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-