![]() |
|
| Waro Welhemus Yoku (1920-1999) |
“Ayah saya sejak dulu memperjuangkan Irian barat (Papua) bersama militer Indonesia untuk merebut dari tangan penjajah. Saya saat itu masih kecil, ayah saya terus memberikan saya dan saudara-saudara saya untuk selalu menegakkan kebenaran dan mencintai tanah air dan rakyat,” tutur Herman sambil meneteskan air mata.
Herman menambahkan, sebagai kader Gerakan Merah Putih, ayahnya telah membantu pada masa Pepera tahun 1969 silam. “Atas perjuangannya, Ayah saya mendapat penghargaan dari Pemerintah Indonesia, seperti Menteri Pertahanan Panglima Angkatan Bersenjata pada tahun 1982,” ungkapnya.
Yang paling berkesan, pada tahun 1986. Ayahanda mendapatkan Penghargaan Perjuangan Pembebasan Irian Barat dari penjajahan Belanda, dimana pigam tersebut diberikan secara langsung oleh Presiden Soeharto.
“Saat itu roda pemerintah Indonesia telah berjalan di wilayah timur ini, dengan administrasi Pemerintah Daerah tingkat I (satu) Irian Jaya. Saya betul-betul ingat perjuangan ayah saya, dan saya akan terus mengisi perjuangan dia dengan membangun wilayah timur Indonesia ini,” pungkasHerman sembari mengisap sebatang rokok miliknya.
![]() |
| Bukti Dokumen. Waro Welhelmus Yoku sebagai Kader Gerakan Merah Putih |
![]() |
| Bukti Dokumen. Surat Perintah dari Kodam XVII Cendrawasih |
![]() |
| Bukti Dokumen. Surat Perintah dari Kodam XVII Cendrawasih |
![]() |
||
| Bukti Dokumen. Surat Tugas dari Kodam XVII Cendrawasih |
![]() |
| Bukti Dokumen. Surat Penghargaan dari Kodam XVII Cendrawasih Korem 172 |




