Yogyakarta Gelar Festival Seni Reog dan Jathilan Berhadiah Rp 135juta

Festival Seni Reog dan Jathilan
YOGYAKARTA – Meningkatkan daya tarik dan melestarikan seni tradisional yang sudah ada, Pemerintah Yogyakarta menggelar festival seni Reog dan Jathilan dengan total hadiah Rp.135Juta. Hadiah tersebut diperuntukan untuk pembinaan grup kesenian yang juara.
“Selain untuk meningkatkan daya tarik wisatawan ke Yogyakarta secara umum,festival ini bertujuan untuk melestarikan seni tradisional yang sudah ada,agar tetap ada,berkelanjutan, karena ini adalah investasi daerah,” kata Kepala Seksi Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY Muhammad Halim, kemarin.
Peserta festival ini terdiri dari 6 group Reog dan 6 group Jathilan. Peserta berasal dari 4 kabupaten (Bantul,Sleman,Kulon Progo,Gunung Kidul) mengirimkan 1 group untuk masing masing seni. Sedangkan dari  Kotamadya Yogyakarta mengirimkan 2 group dari masing masing seni. Perbedaan Reog dari Yogyakarta dan Reog dari wilayah lain terletak pada bentuk ragam baris keprajuritan dan penambahan kostum. Sedangkan dari unsur gamelan hampir tidak ada perbedaan yang mencolok.
Disebutkan, Reog yang terkenal dari Ponorogo  Jawa Timur, telah menyebar turun temurun di seluruh Pulau Jawa. Terlebih di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Seni ini berkembang dan telah membaur bersama adat dan istiadat setempat. Begitu juga Kuda lumping atau ada yang menyebut Ebleg, Jaranan, Incling, atau Jathilan. Berkembang, berkreasi dan bertambah corak sesuai karakter daerah masing masing. 
Kegiatan yang berhadiah Rp.135Juta ini juga sekaligus dalam rangka hari ulang tahun Pemerintahan Kota Yogyakarta yang ke 68.

——————————————————-
Minggu, 7 Juni 2015
Jurnalis       : Mohammad Natsir
Fotografer : Mohammad Natsir
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...