![]() |
| Coban Jahe |
CENDANANEWS (Malang) – Selain terkenal dengan udaranya yang sejuk, Malang juga terkenal dengan banyaknya tempat wisata air terjun (Coban), terutama di daerah Kabupaten Malang. Terletak di Dusun Begawan Desa Pandansari Lor Kecamatan Jabung Kabupaten Malang terdapat sebuah wisata air terjun bernama Coban Jahe yang tak kalah indah dibanding coban yang lain.
Tidak mudah menemukan lokasi Coban Jahe, karena berada di sekitar perbukitan serta jauh dari rumah penduduk dan jalan utama. Untuk sampai kelokasi, pengunjung bisa mengambil arah jalan ke daerah Tumpang. Kurang lebih 100 meter dari gapura yang bertuliskan “Selamat Datang di Kota Tumpang” sebelah kiri jalan terdapat tulisan arah menuju Coban Jahe 7 km.
Setelah itu pengunjung bisa mengikuti petunjuk jalan atau jika bingung bisa langsung bertanya kepada warga sekitar, dengan ramah warga akan langsung menunjukkan arah jalan ke Coban Jahe.
Awal-awal perjalanan menuju Coban, kondisi jalan masih baik dan beraspal. Namun setelah beberapa kilometer sebelum sampai ke kawasan coban, jalan mulai rusak dan sudah tidak lagi beraspal, tersisa hanya batu-batu yang cukup besar bercampur tanah.
Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat, sebaiknya memarkirkan kendaraannya di rumah warga dan menyewa kendaraan roda dua kepada warga. Karena jalan menuju coban kurang mendukung untuk dilewati kendaraan roda empat.
Sangat tidak dianjurkan datang ke tempat wisata Coban Jahe pada musim penghujan. Selain jalannya yang sempit dan licin ketika hujan sehingga bisa menyebabkan kendaraan tergelincir, pada musim hujan juga sering terjadi tanah longsor di jalan-jalan menuju Coban. Selama perjalanan, pengunjung akan melewati kebun ubi jalar, jagung dan singkong, karena warga disini banyak yang menanam ketiga jenis tanaman tersebut.
Dikanan kiri jalan, pengunjung juga bisa menikmati keindahan alam berupa perbukitan dan juga pepohonan yang bisa sedikit mengurangi rasa lelah selama perjalanan. Mendekati kawasan Coban Jahe, disebelah kanan jalan terdapat Taman Makam Pahlawan (TMP) Kali Jahe. Meskipun tidak luas, TMP ini merupakan tempat dikebumikannya para pejuang saat melawan bangsa Belanda.
Tidak jauh dari lokasi makam, pengunjung baru akan memasuki kawasan Coban Jahe yang ditandai dengan adanya portal dan juga pos penjagaan yang dijaga oleh petugas dari Perhutani. Disini, pengunjung akan di haruskan membeli tiket masuk sebesar Rp. 5.000,- ditambah uang parkir Rp. 2.000,-.
Setelah memarkir kendaraan, karena letaknya yang tidak jauh dari tempat parkir pengunjung bisa mendengar suara deburan air yang berasal dari coban. Dengan berjalan kaki, pengunjung dapat langsung menuju lokasi Coban Jahe. Penataan taman yang cukup menarik serta ditambah keindahan alam dan juga tebing yang berada disekeliling air terjun menjadi nilai tambah dari tempat wisata Coban Jahe.
Banyaknya pepohonan dan bebatuan dengan berbagai ukuran yang tersebar dibawah air terjun membuat kesan alami semakin kental. Terdapat pula gazebo yang terbuat dari bambu dan beratap jerami yang disediakan bagi pengunjung untuk beristirahat. Dari gazebo ini, pengunjung bisa tetap mendengarkan deburan air dan juga melihat air terjun dari kejauhan.
Edi salah satu pengunjung dari Lawang yang datang bersama istrinya mengaku baru pertama kali datang kesini dan tidak menyangka bahwa kondisi jalannya cukup ekstrim.
“Sebenarnya saya kesini dengan mobil, tapi saya titpkan ke warga dan menyewa kendaraan roda dua. Walaupun jalannya tidak terlalu bagus, tapi tidak percuma karena air terjun dan pemandangan sangat indah,”katanya.
Mekipun jalannya belum teraspal, tetapi terpantau cukup banyak pengunjung yang datang ke tempat ini yang kebanyakan didominasi anak remaja.
Menurut Nuri selaku petugas dari Perhutani yang menjaga Coban Jahe menjelaskan bahwa tempat wisata ini baru di buka setahun yang lalu tepatnya tahun 2014 dan di kelola oleh Perhutani dan juga masyarakat sekitar.
Nuri menjelaskan, bahwa nama Coban Jahe sendiri berasal dari Bahasa Jawa “Pejahe” yang berarti meninggal. Diberi nama Coban Jahe karena disekitar sini merupakan tempat meninggalnya para pejuang saat melawan Belanda yang kemudian di kebumikan di TMP Kali Jahe yang terletak tidak jauh dari pintu masuk. Coban Jahe memilki ketinggian lebih dari 20 meter, jelasnya.
Selain Coban Jahe juga terdapat Coban tangkil yang lokasinya tidak jauh dari Coban Jahe namun sayang untuk menuju kesana harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 km.
“disana tempatnya belum dikelola dengan baik, tidak seperti di Coban jahe, ucap Nuri. Coaban Jahe Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 wib



——————————————————-
Kamis, 4 Juni 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-