Permainan Layang-layang yang Tak Lekang oleh Waktu

Bermain Layang-layang
CENDANEWS (Malang) – Siapa yang tidak kenal dengan permainan layang-layang. Hampir semua orang terutama kaum laki-laki tahu dan pernah memainkan permainan ini. Permainan yang terbuat dari kertas, potongan bambu kecil, lem, benang dan juga senar ini sering dimainkan anak-anak bahkan orang dewasa. Terdapat bentuk dan ukuran layang-layang yang sering dimainkan, mulai dari bentuk yang paling sederhana hingga berbentuk binatang maupun pesawat.
Meskipun pada jaman sekarang sudah banyak gadget dan permainan-permainan modern lainnya, namun layang-layang masih tetap menjadi salah satu permainan tradisional yang masih digemari dan sering dimainkan sampai sekarang.
Menjelang musim kemarau dan juga bulan puasa seperti saat ini terpantau di beberapa tempat lapang di Malang seperti di daerah Sawojajar, hampir setiap sore didatangi anak-anak dan juga orang dewasa. Terlihat ada beberapa anak yang sedang mempersiapkan layang-layangnya untuk segera bisa diterbangkan. Adapula yang terlihat asik menarik dan mengulur senar yang dipegangnya. 
Namun ada juga yang datang hanya berbekal benang senar tanpa membawa layang-layang namun terlihat paling sibuk berlari kesana kemari seperti yang dilakukan salah seorang anak. Fais yang masih duduk di kelas empat SD ini mengaku bahwa dia memang tidak membawa layang-layang dari rumah, dia sengaja menunggu layang-layang yang putus. 
Saat terlihat ada layang-layang yang putus, Fais dan anak-anak lainnya langsung segera belari ke arah jatuhnya layang-layang untuk berebut mendapatkan layang-layang tersebut. Meskipun berebut, namun mereka sepertinya sangat menikmati moment-moment tersebut.
Lepas dari itu semua, ada beberapa hal yang justru sebenarnya harus menjadi perhatian orang tua, masyarakat maupun pemain layang-layang itu sendiri, karena menyangkut keselamatan mereka dan juga pengguna jalan. Berdasar pantauan Cendana News, meskipun berada tempat lapang yang tidak terlalu banyak pepohonan, namun didaerah Sawojajar ini berdekatan dengan jalan.
Anak-anak yang asik mengejar layang-layang terkadang tidak memperhatikan keselamatan mereka sendiri, mereka tidak memperdulikan apakah tempat yang mereka lewati itu sedang ramai atau sepi kendaraan. 
Sehingga tak jarang beberapa kendaraan harus langsung mengurangi kecepatannya. Selain itu, benang senar yang biasa digunakan untuk menarik layang-layang jika tidak diperhatikan bisa menjerat leher pengendara sepeda motor.

——————————————————-
Senin, 1 Juni 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...