![]() |
| Kapolres saat memberikan keterangan |
DENPASAR – Rekonstruksi pembunuhan sadis bocah delapan tahun Angeline mengalami ketegangan saat selesai dilaksanakan. Tersangka (Agustinus) yang mendapat kawalan ketat petugas Polresta Denpasar berusaha di rebut oleh massa, namun petugas dengan sigap memasukkannya ke dalam mobil.
Sejak awal rekonstruksi berlangsung, massa berangsur-angsur berdatangan dari tetangga sekitar sampai dari penjuru Denpasar. Awak media yang berada di depan garis polisi tidak menyangka akan kejadian ini. Hal ini baru dirasakan setelah Tersangka digiring polisi untuk memasuki mobil.
Menanggapi hasil rekonstruksi di lapangan, Kapolresta Denpasar Kombes AA.Sudana memilih bungkam dan sedikit berkelit menjawab serbuan pertanyaan awak media.
“Rekonstruksi berjalan lancar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, biarkan polisi bekerja,” kelit AA.Sudana saat ditanya tentang rekontruksi.
Keanehan terjadi saat Forensik Rumah Sakit Sanglah Denpasar, dr.Dudut Rustyadi memberikan keterangan seputar tanda-tanda kekerasan seksual kepada Angeline.
“Belum bisa dipastikan seputar kekerasan seksual terhadap korban, karena sudah meninggal diatas tujuh hari jadi jasadnya sudah rusak,” jawab Dudut singkat sambil bergegas menuju kendaraannya.
Hal ini memberikan tanda tanya besar terhadap hasil rekontruksi dan penyelidikan. Terkesan kurang transparannya Tim Forensik Rumah Sakit Sanglah dalam memberikan keterangan, serta bungkamnya Kapolresta Denpasar di tempat kejadian selesai rekonstruksi.
Salah satu warga, Ketu Muliawan menyebutkan, apapun itu yang tersembunyi pasti akan terbongkar juga. Kita harus memastikan hal itu terjadi.
“Kami orang Bali percaya, arwah Angeline yang akan memilih siapa orang yang akan membuka kebenaran dari pembunuhan terhadap dirinya, tunggu saja,” ujar Ketut Muliawan, warga simpatisan asal batubulan di tempat kejadian.


——————————————————-
Kamis, 11 Juni 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-