| Rendang |
PADANG – Sudah menjadi tradisi dan susah untuk melepaskan lidah Minang, rendang menjadi menu wajib pelepas rindu pada kampung halaman. Hal ini pulalah yang menjadi pemicu meningkatnya pengiriman berkilo-kilogram rendang dari Sumatera Barat (Sumbar), menuju berbagai daerah baik itu dalam dan luar negeri.
Pengiriman yang dilakukan biasanya melalui jasa pengiriman swasta, baik itu TIKI, JNE, FEDEX dan lainnya. Namun untuk urusan randang ini. Kantor Pos masih menjadi pilihan yang bijak. Dengan harga yang murah, dan pengepakan yang sangat dipantau. Membuat masyarakat lebih memilih memakai jasa pengiriman pelat merah ini.
“Untuk pengiriman rendang, kami hanya mematok harga sebesar Rp 18.000 hingga Rp 21.000 per kilogram, namun itu tergantung dengan jarak kota tempat tujuan pengiriman rendang. Semakin jauh dari Kota Padang, ya semakin mahal,” ujar Kepala Kantor Pos Padang, Fedyan pada CND Senin (22/6/2015).
Menurut Fedyan, masyarakat yang mengirim randang masih didominasi oleh ibu-ibu dengan tujuan pengiriman untuk mahasiswa. Dan angka pengiriman ini makin meningkat sejak awal Ramadhan dan terus meningkat hingga sekarang.
“Peningkatannya baru mencapai angka 10 hingga 15 persen, namun ini akan terus meningkat hingga H-5 Idul Fitri, kalau untuk sekarang baru 70 sampai 80 kilogram perharinya. Kalau di luar Ramadhan hanya 20 kilo-an dalam satu hari,” jelas Fedyan.
Daerah yang menjadi tujuan masih didominasi oleh pulau Jawa. Karena masih menjadi tempat favorit bagi pelajar dan generasi muda untuk menuntut ilmu dan merantau ke daerah tersebut.
“Dari tahun sebelumnya, pengiriman rendang ini meningkat saat Idul Adha dan Idul Fitri. Peningkatan pengirimannnya bisa melonjak dengan tajam, bahkan sampai empat kali lipat dari hari-hari biasa. Karena banyak masyarakat Sumbar yang berada di luar daerah ikut berkorban dan meminta olahan yang sudah jadi untuk dikirim ke tempat mereka. Biasanya sampai dua hingga tiga ton perhari,” lanjut Fedyan.
Untuk pengiriman randang ini, pihak pos menggunakan layanan Pos Express. Agar randang samapi ditempat tujuan hanya dalam jangka waktu satu hari saja. Layanan Pos Express ini melakukan pengiriaman dengan program satu hari sampai atau 1 kali 24 jam yang mana pada saat setelah keberangkatan, randang harus diterima oleh tempat tujuan dihari berikutnya.
“Saat ini, hampir semua kota-kota besar di Indonesia sudah bisa melayani layanan Pos Express ini. Kalau untuk daerah terpencil, kita masih menggunakan layanan pos reguler,” pungkas Fedyan.
——————————————————-
SENIN, 22 Juni 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad?
Fotografer : Muslim Abdul Rahmad?
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-