![]() |
| Pembersih makam |
MALANG – Tradisi nyekar atau ziarah kubur yang sering dilakukan umat Islam di Indonesia, rupanya membawa berkah tersendiri bagi warga terutama anak-anak dan anak muda yang tinggal di sekitar pemakaman. Di Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Malang contohnya, di dekat pintu masuk makam sudah terlihat anak-anak dan juga remaja berkumpul membawa perlengkapan pembersih makam seperti sapu, kain lap, dan botol plastik yang berisi air.
Mereka-mereka inilah yang bekerja untuk membersihkan makam. Saat peziarah datang, dua sampai tiga orang pembersih makam akan langsung mengikuti peziarah menuju makam. Sesampai di makam tujuan, para pembersih makam ini langsung melakukan tugasnya yaitu mencabut rumput yang tumbuh di atas makam, menyapu disekitar makam dan menyiram makam dengan air. Setelah itu mereka akan mendapatkan upah seikhlasnya dari peziarah.
Pekerjaan inilah yang sekarang dilakukan Alfin salah satu pembersih makam untuk mengisi masa libur panjang sekolahnya. Alfin yang akan segera naik ke kelas empat sekolah dasar ini mengaku sering dan senang melakukan pekerjaan ini. karena dengan membersihkan makam dia bisa mendapatkan uang. Uang dari hasil kerjanya tersebut tidak dia gunakan untuk membeli kue atau mainan tapi semua uangnya langsung dia berikan kepada orang tuanya, akunya.
“Pada saat ramai peziarah, pernah mendapatkan uang sebesar Rp. 98.000,- dalam sehari,”akunya.
Saat membersihkan makam, dirinya ditemani Rajif salah satu temannya. Berbeda dengan Alfin yang sudah sering bekerja membersihkan makam, Rajif yang baru akan masuk Sekolah Menengah Pertama ini justru mengaku bahwa dirinya baru kali ini ikut bekerja membersihkan makam.
“Ini baru pertama kalinya saya ikut membersihkan makam,”ucap Rajif.
Tidak setiap hari mereka membersihkan makam. Selain menjelang puasa seperti sekarang, mereka biasanya bekerja membersihkan makam pada saat Hari Raya dan saat hari Jumat legi. Karena pada hari-hari tersebut banyak peziarah yang datang, jelas Alfin.

——————————————————-
Senin, 15 Juni 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-