![]() |
| Wayan Sudiana kacamata hitam, Ketua Suporter Bali United |
CENDANANEWS (Denpasar) – Kisruh PSSI dan Kemenpora yang diduga dimulai sejak rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) telah memakan waktu satu bulan, namun belum ada kepastian kapan liga akan digelar. Hal tersebut dinilai telah mengorbankan sepakbola di Indonesia, seperti yang disampaikan pendukung Bali United.
“Maksud Menpora baik, tapi caranya salah, dia mengorbankan sepakbola. Pembekuan tersebut sama saja membunuh sepakbola, padahal sepakbola merupakan bahasa universal yang bisa mempersatukan suatu bangsa,” tutur Ketua Bali United Fans Klub, I Wayan Sudiana di Denpasar, Minggu (17/5/2015).
Dia juga menyayangkan, adanya campur tangan BOPI menyebabkan terhentinya liga tertinggi di Indonesia yang dapat menjadi ancaman bagi sepakbola Indonesia.
“Semestinya, BOPI tidak usah terlalu dalam mencampuri PSSI, cukup KONI pusat dan Pemerintah yang menyelesaikan masalah PSSI, bukan lembaga-lembaga diluar itu,”katanya.
Dia berharap liga kembali di gelar, dan Bali United dapat berkiprah lagi di Pertandingan kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Dan untuk masalah hukum dan sebagainya, sebaiknya diproses secara hukum tanpa mengorbankan sepakbola Indonesia.
“Sepakbola harus tetap jalan, anda mau korupsi, anda mau punya masalah keuangan, selesaikan secara hukum dan peraturan yang berlaku, sepakbola tidak bersalah, oknum yang mengurusi sepakbola yang harus dibenahi,” jelasnya.
![]() |
| Home Based Bali United |
Sebulan PSSI dibekukan Kemenpora, Sepakbola Indonesia dibayang-bayangi sanksi FIFA dan beberapa klub yang ikut berlaga di AFC juga ikut terancam.
———————————————————-
Minggu, 17 Mei 2015
Jurnalis : Miechell Koagouw
Fotografer : Miechell Koagouw
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-
