| Ketua Umum DPP IKAPPI, Abdullah Mansuri bersama Ketua IKAPPI Sumatra Barat |
CENDANANEWS (Padang) – Musibah kebakaran terjadi di Pasar Raya Blok B atau dikenal dengan Los baro, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (28/4/2015) lalu. Menghanguskan 18 ruko dan toko. Ini menjadi kebakaran yang ketiga kalinya selama bulan April.
Pada kejadian kebakaran sebelumnya Sabtu(25/4/2015), lalu. Menghanguskan 12 petak toko dan ini merupakan kebakaran yang ke dua kalinya. Sementara itu, kejadian pertama terjadi pada 19 April 2015, sebanyak 24 toko terbakar.
“ Sudah 374 petak toko yang terbakar selama bulan April ini, dan kami kuat dugaan kami, bahwa pasar ini sengaja di bakar untuk mendirikan terminal,” ujar Edi Zakaria Nur (53), salah seorang pedagang yang menjadi korban kebakaran pada cendananews, Minggu (3/5/2015) sore.
Edi telah berdagang selama 25 tahun di Pasar Raya, ia memiliki warung kopi yang ludes terbakar. Ia sangat terpukul dan menderita kerugian, apalagi tanggungan dan sembilan orang karyawannya perlu untuk kebutuhan hidup.
“Sembilan karyawan saya tetap saya gaji seusai kebakaran, mereka perlu kebutuhan hidup. Mereka telah bekerja bersama saya belasan tahun, sejak kebakaran mereka hanya membersihkan puing-puing saja. Belum lagi anak, istri dan keluarga saya juga butuh uang,” keluh Edi.
Dari beberapa pedagang yang ditemui cendananews dilapangan, mereka semua ingin kembali berjualan karena butuh uang untuk biaya hidup keluarga. Namun pemerintah belum mengizinkan para pedagang untuk kembali berjualan. Bahkan puig-puing kebakaran belum di bersihkan.
“Kami ingin berjualan, namun pemerintah melarang, katanya tunggu dulu. Dan kami tidak tahu harus menunggu sampai kapan. Puing-puing kebakaran saja sengaja di biarkan,” lanjutnya.
Para pedagang sudah muak dan ingin segera kembali berdagang. Namun pemerintah tidak memberi izin dengan alasan yang juga tidak jelas.
“Pasar ini tidak perlu di bangun kembali, kami hanya ingin bergadang. Bangunan ini kokoh, namun pemerintah bilang belum boleh berdagang, kalau untuk kembali berdagang, kami mampu meski harus berhutang. Tapi masalahnya, kami di suruh untuk menunggu, tapi kami tidak tahu harus menunggu sampai kapan,” gerutu Edi.
Kebakaran di Los Baro ini kuat dugaan bahwa sengaja di bakar. Dan inilah yang membuat pedagang geram, karena ada isu Los Baro ini akan dijadikan terminal atau pasar modern (mall).
“Kami tidak anti pembangunan, dan kami mendukung pembangunan. Jika ingin membangun terminal, mall dan bangunan lainnya tidak masalah. Relokasilah kami dengan baik, jangan main belakang dengan membakar pasar. Kami hanya pedagang kecil, tidak mengerti politik,” pungkas Edi.
| Abdullah Mansuri bersama pedagang melihat langsung puing-puing sisa kebakaran yang tak segera dibersihkan |
Dari pantauan cendananews, para pedagang sudah berkomunikasi dengan IKAPPI (Ikatan Pedagang Pasar Indonesia) Sumatra Barat, hingga ke pusat. Bahkan Ketua Umum IKAPPI pada hari Minggu (3/5/2015) mengunjungi para pedagang untuk berkomunikasi langsung, dengan harapan komunikasi yang dijalin bisa menemukan solusi yang tepat agar para pedagang kembali mendapatkan haknya untuk berdagang di Los Baro.
“Kami mengimbau pemerintah Kota dan pihak-pihak yang terkait untuk langsung turun. Jangan duduk di belakang meja saja, kami dari IKAPPI pusat yang berada di Jakarta saja langsung turun ke lapangan. Kenapa yang dekat dengan Pasar Raya tidak muncul dan menyelesaikan pembakaran ini,” ujar Abdullah Mansuri.
Menurut Abdullah Mansuri, pihaknya menduga bahwa Pasar Raya sengaja dibakar. Ia berasumsi seperti itu karena beberapa bukti yang cukup kuat dan temuan-temuan oleh pemuda setempat sebelum kebakaran terakhir terjadi.
————————————————–
Senin, 4 Mei 2015
Jurnalis : Muslim Abdur Rohman
Fotografi : Muslim Abdur Rohman
Editor : Sari Puspita Ayu
————————————————-