Mengunjungi Balai Penyelamatan Mpu Purwa di Malang

Salah satu koleksi di Balai Penyelamatan Mpu Purwa
CENDANANEWS (Malang) – Satu lagi tempat yang bisa dikunjungi masyarakat yang ingin mengetahui maupun mempelajari benda-benda bersejarah peninggalan jaman kerajaan. Sempat berpindah beberapakali sebelum akhirnya Balai Penyelamatan Mpu Purwa menetap di Jalan Soekarno Hatta No. 210 Kota Malang dan kemudian diresmikan pada tahun 2004.
Tidak mudah untuk menemukan lokasi Balai Penyelamatan Mpu Purwa, karena lokasi yang berada ditengah-tengah pemukiman masyarakat dan jauh dari jalan utama. Setelah beberapa kali bertanya kepada masyarakat sekitar, akhirnya Cendana News dapat menemukan lokasi dimana Balai Penyelamatan Mpu Purwa berada.
Ditempat ini Cendana News ditemui oleh Mimin Juru Pelihara (Jupel) balai ini. Menurutnya, tempat ini sekarang masih dalam tahap renovasi sehingga untuk sementara barang-barang koleksinya dipindahkan ke tempat lain, ujarnya sambil menunjukkan tempat penyimpanannya.
Di balai penyelamatan ini terdapat 135 koleksi benda-benda bersejarah berupa arca dan prasasti peninggalan dari lima kerajaan yaitu kerajaan Kanjuruhan, Mataram kuno akhir, Kadiri, Singosari dan kerajaan Majapahit. Namun dari kelima kerajaan tersebut, benda-benda peninggalan kerajaar Singosari dan Majapahitlah yang paling banyak di koleksi disini.
Balai Penyelamatan Mpu Purwa ini hanya khusus mengoleksi benda-benda bersejarah yang ditemukan di Kota Malang saja. Benda-benda peninggalan kerajaan dulunya keberadaanya menyebar, ada yang ditemukan di depan rumah warga dan ada juga yang ditemukan ditempat wisata. 
Disini cukup banyak mengoleksi arca-arca seperti arca Bodhisatwa, Brahma, Ganesha. Kami juga menyimpan arca Ganesha yang mengendarai Musaka atau tikus, yang merupakan arca satu-satunya yang ada di Indonesia. Selain itu kami juga menyimpan prasasti Dinoyo dua dan Batu Prasejarah paling besar di Jawa Timur, jelas Mimin. Koleksi di balai ini yang paling tua usia yaitu arca Siwa Mahaguru atau Agastia peninggalan kerajaan Kanjuruhan sekitar abad ke-78, tambahnya.
Tidak banyak yang mengunjungi tempat ini karena menurutnya anak muda jaman sekarang jarang yang tertarik dengan sejarah, mereka datang kesini hanya jika ada tugas saja. Balai Penyelamatan ini nantinya setelah direnovasi, rencananya akan dijadikan Museu Mpu Purwa, tutupnya.

——————————————————-
Kamis, 28 Mei 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-
Lihat juga...