Berawal Hobi, Usaha Tekuni Ternak Ayam Bangkok Membuahkan Hasil

Ayam Bangkok
CENDANANEWS(Lampung) – Ayam Bangkok dikenal sebagai ayam yang berukuran lebih besar dari ayam kampung. Bahkan ayam Bangkok identik dengan ayam aduan. Bermula dari kecintaan pada penampakan fisik ayam jago jenis ayam Bangkok akhirnya Rusli (40)  warga Desa Bakauheni Kecamatan Bakuheni Lampung Selatan memutuskan untuk beternak ayam jenis ini.
Rusli mengaku sudah sejak lima tahun lalu menyukai ayam Bangkok yang sering dilihatnya diadu atau petarung. Permintaan akan ayam Bangkok tersebut membuatnya berpikir untuk membudidayakan ayam Bangkok dengan cara sederhana layaknya ayam kampung.
“Awalnya saya melihat orang adu ayam, melihat ayam yang ukurannya besar dan harganya yang mahal itu saya berpikir untuk membudidayakan Ayam Bangkok,”ungkap Rusli kepada CND Rabu (13/5/2015).
Rusli yang mengaku tak menyukai adu ayam mengaku sebelumnya sudah biasa beternak ayam, bebek, Namun mencoba beternak ayam Bangkok sekitar 2 tahun belakangan. Bermodal uang Rp 1juta membeli indukan dengan kriteria pejantan yang pernah menang dalam sabung ayam, sedang induk betina pilih minimal umur 1 tahun. Ia membeli satu pejantan dan tiga ekor betina sebagai bibit serta beberapa anakan. Untuk menunjang usahanya Rusli membuat kandang berukuran lebar 1 meter x 8 meter untuk beternak. 
Kandang tersebut dibuat dengan bambu,kayu, sekat dari strimin serta beratapkan asbes. Meskipun sederhana Rusli mengaku menjaga kebersihan kandang yang juga dicampur dengan beberapa ayam kampung tersebut. Demi menjaga kesehatan serta menghindarkan penyakit Rusli rajin membersihkan kandang ayam miliknya bahkan memiliki disinfektan serta vitamin khusus untuk menjaga stamina ayam miliknya.
“Kebersihan kandang menjadi faktor utama untuk mempertahankan kualitas ayam yang saya pelihara dan saya juga menambahkan nutrisi khusus yang saya beli dari toko hewan,”ungkap Rusli.
Bibit ayam yang dibelinya sekitar 2 tahun lalu menurut Rusli akhirnya berkembang menjadi puluhan ekor. Jika dihitung hitung Rusli mengaku sudah memlihara ratusan ekor ayam BAngkok namun beberapa diantaranya sudah dibeli oleh para penghobi ayam aduan dan juga sekedar untuk koleksi.
Meksipun hobi memelihara ayam Bangkok setelah beberapa kawan membeli ayam Bangkok miliknya Rusli akhirnya menjadikan usaha tersebut sebagai usaha sampingan. Bahkan setelah Rusli melihat harga ayam Bangkok bisa mencapai 2 hingga 3 kaki lipat dari harga ayam kampung. Ia mengungkapkan untuk ayam jago jenis ayam kampung bisa dihargai Rp200ribu ke atas, sementara ayam Jago jenis Bangkok miliknya pernah dijualnya dengan harga Rp450ribu.
“Pastinya lebih mahal dari ayam kampung karena memang pemelihara ayam Bangkok jarang dan kalau mau nyari ayam Kampung banyak sehingga harga ayam bangkok mahal,”ungkapnya.
Laki laki murah senyum dan mengaku bekerja di salah satu instansi pemerintah ini bahkan melihat, di pasar, Ayam Bangkok ini selalu ada peminatnya. Dengan kata lain, permintaan akan jenis ayam ini selalu ada. Usaha Ternak Ayam Bangkok mepunyai pasar tersendiri terutama para penghoby ayam aduan atau untuk dikoleksi dan para peng-hobby selalu bertambah.
Rusli mengaku, memelihara Ayam Bangkok memang harus memahami manfaat dari ayam bangkok tersebut, disamping untuk menyeleksi induk yang mau dijadikan usaha ternak ayam bangkok, juga agar supaya mengetahui dengan jelas arah pasar dan harga jual ayam bangkok.
Selain ayam Bangkok miliknya dibeli orang setelah dewasa, ayam ayam miliknya pun sudah dibeli orang saat masih berusia dua minggu setelah menetas atau lebih. Untuk ukuran bibit seperti itu Rusli melepasnya dengan harga Rp25ribu per ekor, sementara untuk ukuran dewasa Rusli biasa mematok harga Rp300ribu ke atas.
Mahalnya harga ayam Bangkok milik Rusli diakui oleh Teguh, salah satu penghobi ayam Bangkok di Bakauheni Lampung Selatan. Teguh mengaku mahalnya harga ayam Bangkok tersebut memang wajar sebab selain Rusli memang penghobi, Rusli juga dikenal sebagai pemelihara ayam yang cukup sukses dan mengerti seluk beluk ayam Bangkok dari mulai yang cocok untuk aduan, cocok untuk bibit bahkan memberikan ramuan atau jamu khusus untuk kesehatan ayam Bangkok.
“Rusli memang tidak suka mengadu ayam namun dia lebih mengetahui sepak terjang ayam yang cocok untuk aduan dan juga bisa merawat ayam Bangkok dengan telaten, jadi banyak yang membeli ayam pada Rusli,”ujar Teguh.
Sisi positif tersebutlah yang membuat ayam hasil ternak Rusli akhirnya diminati. Namun Rusli juga mengaku pada masa masa tertentu ia tidak menjual ayam ayam Bangkok miliknya agar ayam ayam lain tidak stress karena berkurangnya ayam milikinya. Rusli mengaku bisa saja ia mendapatkan jutaan rupiah dari menjual ayam ayam Bangkok miliknya namun ia mengaku tetap ada ayam Bangkok yang ampai tua pun tetap akan dipeliharanya dan tidak dijual.
“Meski saya punya banyak ayam Bangkok ya karena hobi buat sambilan, hiburan setelah kerja maka ayam saya ini kalaupun dibeli orang kadang tidak saya kasih dalam waktu tertentu, kasian ayam yang lain bisa stress,”ungkapnya.
Alasan itu diungkapkan Rusli sebab meskipun dikandangkan namun ayam miliknya saat pagi hari akan dijemur dengan cara dilepaskan dari kandang sambil diberi pakan dedak, jagung, serta makanan olahan yang sudah diracik oleh Rusli serta tambahan multivitamin khusus. Saat itulah semua ayam miliknya belajar bertarung dan saling berinteraksi. Sementara saat dikandang juga sudah disiapkan makanan jenis puur yang digantung pada tempat pakan.
Rusli dan Teguh mengaku tidak semua jenis Ayam Bangkok cocok untuk aduan sebab ayam bangkok memiliki kriteria tersendiri untuk dipilih sebagai indukan atau untuk aduan. Kriteria tersebut diantaranya ayam memiliki badan tegap, atletis, kulit kasar seperti kulit buah jeruk menandakan ayam tersebut tahan rasa sakit, Jenger blangkon menandakan hatinya besar bermental baja.
Sementara itu ungkap Rusli, ayam Bangkok yang memiliki pukulan besar apabila ayam yang dipegang badannya kemudian diangkat kakinya mengatung semua, lakukan beberapa kali kalau terus digantung hampir pasti ayam tersebut memiliki pukulan besar sedangkan yang jalu posisi jalu dekat dengan cakar, apalagi kalau didukung bawah ceker tumbuh seperti sisik (batu rantai).
Untuk menghindari kekalahan dalam laga adu ayam, perlu sekali di perhatikan cara tidurnya, posisi tidur ayam yang mau diadu untuk besok pagi atau siangnya. Kalau pada malam tidur dengan kepala di sembunyikan, walau kondisi ayam sudah baik atau siap tarung alangkah baiknya jangan diadu dulu tunda beberapa hari lagi akan tetapi apabila posisi tidur ayam pada malam harinya tidak menyembunyikan kepalanya itu pertanda ayam siap diadu.
Rusli mengaku induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya.
Telur akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas dengan bohlam lampu listrik yang berfungsi sebagai induk buatan.
Rusli mengaku tidak banyak yang memelihara Ayam Bangkok, namun tetap saja banyak penghobi ayam jenis tersebut, bahkan ia mengaku usaha ternak Ayam bangkok memiliki segmen pasar yang berbeda ada yang membeli untuk ayam aduan ada yang sebagai hobby dan ada yang juga untuk tujuan komersial.
“Kalau saya memang hobi memelihara ternak jadi ya tujuan utama saya memang beternak untuk kesenangan dan kebetulan banyak juga yang hobi di sini dan membeli pada saya,”tutup Rusli mengakhiri pembicaraan sambil sesekali mengecek ayam ayam yang berada di kandang.
———————————————————- 
Rabu, 13 Mei 2015
Jurnalis   : Henk Widi
Fotografer :Henk Widi
Editor     : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-
Lihat juga...