![]() |
| Air Tangki |
CENDANANEWS (Flores) – Beli air tangki masih menjadi andalan warga masyarakat Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tingginya ketergantungan terhadap air tangki antara lain dialami oleh warga Kampung Ujung dan Kampung Air di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo.
Salah seorang pengusaha dagang air tangki, Bambang, kepada Cendananews mengatakan, pihaknya biasa melayani pesanan air dari warga di Kampung Ujung dan Kampung Air.
“Selain pesanan dari kapal, saya juga biasanya terima pesanan air dari warga di Kampung Ujung dan Kampung Air,” tuturnya, Rabu (27/05/2015).
Hal ini diakui pula oleh salah seorang pembantu rumah tangga pada salah satu rumah warga di Kampung Ujung. Majikannya, kata dia, biasa harus memesan air tangki tiga kali seminggu. “Satu tangki, Rp60.000,” tuturnya.
Pantauan Cendananews, mobil-mobil tangki yang menjual air tampak sering lalu-lalang di Kota Labuan bajo dan sesekali terlihat sedang mengisi air di rumah-rumah warga.
Tingginya permintaan air bersih dari warga sampai-sampai mendorong sejumlah pemilik mobil tampak mengalihfungsikan mobil pick-up dan dump truck mereka untuk menjual air dengan profil tank. Satu unit mobil bisa mengangkut dua unit profil tank berdaya tamping 1.200 liter.
Kekurangan air bersih yang dialami warga masyarakat benar-benar menjadi lahan basah bagi sejumlah pihak untuk menjalankan usaha dagang air bersih. Tentu saja tidak semestinya hal ini terus terjadi andaikata PDAM yang ada di Kota Labuan Bajo bisa bekerja maksimal.
Ketika dimintai konfirmasi, Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo, Andrew R. Loak, S.E, di ruang kerjanya mengatakan, untuk sekarang memang belum semua warga Kota Labuan Bajo menjadi pelanggan PDAM.
“Pihaknya pasti cepat tanggap andaikata ada pelanggan yang mengeluh airnya macet. Karena kami ‘kan hidup dan dapat uang dari pelanggan,” katanya.
Akan tetapi, Andrew menjanjikan, pada waktunya semua warga di Kota Labuan Bajo bias mendapat air PDAM. “PDAM ini ‘kan sekarang baru berusia 2 tahun,” imbuhnya meminta pemahaman.
——————————————————-
Rabu, 27 Mei 2015
Jurnalis : Fonsi Econg
Fotografer : Fonsi Econg
Editor : ME. Bijo Dirajo
——————————————————-