
CENDANANEWS (Lampung) – Pecinta kuliner pasti mengenal kuliner satu ini, yakni soto ayam. Soto ayam adalah salah satu makanan yang sering kita jumpai di pinggir jalan, baik yang di gerobak ataupun tempat makan atau warung. Disetiap daerah rasa soto ayam mempunyai ciri khas masing-masing baik soto ayam madura, soto ayam lamongan atau soto ayam betawi. Apapun namanya semuanya memiliki cita rasa dan serta ayam menjadi kekhasannya.
Bukan rahasia lagi bahwa soto ayam memang benar-benar nikmat dan lezat, serta kuahnya yang begitu menggugah selera dan bisa menghangatkan badan yang berasal dari bahan rempah-rempah yang digunakan. Selain untuk menghangatkan tubuh juga untuk menghilangkan rasa lapar.

Nah untuk anda yang suka sajian kuliner, terutama sensasi menikmati soto ayam,bagi yang sedang melintasi Jalan Lintas Timur Sumatera tak salah jika mampir di salah satu warung yang bernama “Soto Bokong Mas Agus”. Warung soto berukuran sekitar 8×8 meter ini ini terletak di Jalan Lintas Timur Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang Lintas Timur, merupakan perlintasan menuju Pelabuhan Bakauheni maupun yang akan menuju ke berbagai daerah di Pulau Sumatera.
Dari namanya, sepintas akan memiliki persepsi berbeda namun berdasarkan penuturan Agus (38), nama tersebut diberikan memang agar lebih dikenal oleh para pecinta kuliner khususnya soto ayam. Usaha kuliner yang dirintis oleh keluarganya bersama sang ibu Jemirah (70) dan diturunkan ke Mas Agus dan isterinya Umi Saadah (28) ini sudah ada sejak sekitar 15 tahun lalu.

Awalnya Agus menuturkan usahan yang dirintis oleh kedua orangtuanya ini belum seperti sekarang ini, masih berupa warung kecil. Karena Jalan Lintas Sumatera merupakan perlintasan bagi kendaraan yang akan menuju Lampung Timur maka para sopir maupun orang yang ingin mencari makan memutuskan untuk makan di tempat yang menghidangkan soto ayam tersebut.
“Awalnya hanya Soto Agus saja tapi karena ada yang memberi saran agar lebih dikenang maka diminta beri tambahan bokong mas Agus dan rupanya mudah dikenal dan semakin ramai,” ujar Mas Agus saat disambangi di warungnya Rabu (15/4/2015).
Seperti Soto lainnya, pembuatan soto Bokong Mas Agus pun terbilang sederhana. Secara umum proses pembuatan soto tersebut ungkap Agus, panaskan air kemudian rebus ayam dengan api kecil hingga kaldu harum dan ayam matang. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu yang dihaluskan hingga harum dan matang beserta serai, masukkan ke dalam rebusan ayam, garam, gula dan bawang putih goreng. Teruskan memasak hingga bumbu meresap ke dalam ayam, angkat ayam dan suwiri.

Bahan bahan yang disiapkan menurut Agus sama dengan pembuatan soto pada umumnya yakni; Mie Soon, kol, tauge, seledri, bawang merah, kacang tanah dan yang paling pokok adalah suwiran ayam kampung yang menjadi ciri khas soto buatannya. Nasi biasanya disajikan terpisah dalam bakul.
“Semua bahan diolah sendiri dari proses awal dan untuk bumbu dimasak menggunakan bahan bakar kayu dan dimasak dengan tungku termasuk ayam yang direbus sebelum digoreng,” ujar Agus sambil memperlihatkan proses demi proses pembuatan soto yang dibantu oleh isteri, dua karyawan serta sang ibu, Jemirah.
Sang ibu yang merupakan pewaris kuliner soto di warungnya tersebut menjadi ahli dalam pembuatan bumbu sehingga cita rasa serta racikan bumbu berupa bawang putih, bawang merah, ketumbar, jintan, kemiri, jahe yang ditumbuk halus dan dimasak ditangani langsung oleh Jemirah yang berada di dapur memasak ayam serta bumbu.
Sementara itu Agus, sang istrri dan dua karyawannya bertugas meracik, menyajikan soto yang dipesan oleh para pelanggan. Biasanya para pelanggan suka menikmati soto buatan Agus untuk dinikmati di warung tersebut saat makan siang hingga malam hari. Meja meja panjang dengan kursi kursi panjang pun berjajar di warung tersebut. Saking ramainya sehingga jika pembeli berkunjung dalam jumlah banyak maka ‘bokong” pun saling bersenggolan saat makan sate tersebut.
Penikmat soto pun bisa melihat Agus meracik satu demi satu bahan yang diletakkan dalam mangkok dengan piring di bawahnya. Mie soon Jempol yang sudah disiapkan di atas mangkuk lalu ditaburi bahan irisan daun seledri yang dirajang halus,tauge, bawang putih goreng,kacang tanah goreng, serta potongan potongan kecil ayam goreng. Bahan bahan tersebut lalu disiram dengan kuah ayam yang sudah disiapkan.
“Ayam serta jeroan atau bagian ayam goreng utuh yang bahkan masih keliatan brutu alias bokong ayam, akan disajikan terpisah di piring tergantung selera, kalau ingin telur pun disiapkan telur rebus baik tawar atau telur asin,” ujar Agus.
Warung yang sederhana dan hanya dikipasi dengan kipas angin membuat pelanggan yang makan soto di Soto Bokong Mas Agus akan berkeringat seusai menyantap soto dengan kuah panas, ditambah sambal cabai hijau yang disiapkan terpisah.
“Pelanggan yang suka pedas kita siapkan sambel pedas dari cabai hijau racikan kita sendiri sehingga kalau kurang pedas bisa menambahnya sendiri, tapi rata rata suka berkeringat makan di sini,” ujar Mas Agus.
Soto Bokong Mas Agus memang sudah dikenal terbukti dengan banyaknya mobil mobil pribadi yang berhenti untuk menikmati sajian kuliner di tempat tersebut. Pada jam jam istirahat bahkan beberapa pegawai dari Kecamatan maupun instansi kedinasan bersama rombongan menggunakan waktu makan siang untuk makan siang bersama di tempat itu. Tak hanya para pegawai negeri berseragam, anggota polisi, bahkan hingga para sopir yang melintas di Jalan Lintas Timur.
Tanpa menyebutkan nama, Mas Agus mengaku bahkan beberapa pejabat di lingkungan Kabupaten setempat serta anggota DPRD sering makan di warung sederhana miliknya. Untuk sensasi rasa nikmat kuah kental soto bokong buatan Mas Agus pengunjung bisa merogoh kocek sekitar Rp10.000,- hingga Rp 15.000,- seporsinya.
“Kalau mau dibawa pulang juga bsa dibungkus, biasanya pegawai yang makan di sini ingin memberi oleh oleh buat anak atau isterinya pesan terlebih dahulu dan saat mau pulang diambil,” ujar Agus.
Sementara itu salah satu pelanggan soto bokong Mas Agus, Mamat (34) mengaku sering makan di warung tersebut. Selain karena cita rasanya yang enak dan pas di lidah, makan siang di soto bokong Mas Agus bisa membuatnya bersemangat melanjutkan aktifitasnya dalam bekerja.
“Kalau makan di sini pasti berkeringat karena sambal dan kuah panasnya, jadi kalau siang sudah mengantuk dan lalu makan di sini jadi segar kembali untuk bekerja,”Ujar Mamat.
Ingin mencoba, silakan mampir di “Soto Bokong Mas Agus” saat melintas di Jalan Lintas Timur Sumatera, Lampung.
—————————————-
Kamis, 16 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————