Pengrajin Mobil-mobilan Kayu Bersaing Ditengah Modernisasi

Mansur, Pembuat Mobil-mobilan dari kayu

CENDANANEWS (Malang) – Pada jaman sekarang, sudah jarang sekali kita temui anak-anak yang bermain mobil-mobilan yang terbuat dari kayu. Makin banyaknya mainan-mainan baru yang lebih canggih, membuat mainan jaman dulu semakin terpinggirkan. Anak-anak sekarang lebih memilih bermain mobil remote daripada mobil kayu. Hal inilah yang menyebabkan pembuat mobil mainan berbahan kayu menjadi berkurang. Hanya ada beberapa orang saja yang masih memproduksi mainan mobil dari kayu, yang salah satunya adalah Mansur.
Mansur (63) adalah salah satu pembuat mobil mainan berbahan kayu dari Malang yang masih bertahan sampai sekarang. Mansur menceritakan bahwa dirinya memulai usaha membuat mainan mobil kayu ini sejak 10 tahun yang lalu. Sebelumnya memulai usaha ini, dia mengaku bekerja serabutan menjadi supir, tukang becak, dan juga tukang bangunan pernah dia jalani.
“Sampai sekarang saya tidak pernah punya yang namanya ijazah sekolah karena SD saja saya tidak lulus, jadi ya pekerjaan apa saja yang tidak membutuhkan ijazah saya coba,” akunya.
Namun sejak tahun 2005 menginjak usianya yang ke 53, Mansur merasa dirinya sudah tidak mampu lagi untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berat sehingga dia mulai membuat mainan mobil-mobilan dari kayu. Mansur mengaku tidak pernah belajar kesiapapun untuk membuat mainan mobil kayu ini. Sejak kecil dia sudah terbiasa membuat mainannya sendiri, termasuk membuat mainan mobil kayu ini.

Mansur menjelaskan tidak semua orang bisa membuat mobil-mobilan dari kayu, dibutuhkan jiwa seni dan ketelitian untuk membuatnya. Ketiga anaknyak saja tidak ada yang bisa membuat mainan mobil-mobilan ini. 
Sempat ada orang yang menanyakan harga Truk dari kayu buatanya, lalu dirinya menjawab kalau harga Truk itu Rp. 350.000,-. Setelah dirinya menyebutkan harganya, orang itu cukup terkejut dengan harga Truk yang menurut orang itu terlalu mahal. Dalam hati Mansur berkata, orang ini tidak tahu proses dan lama pembuatanya sehingga orang ini menganggap harga tersebut terlalu mahal, cerita Mansur.
Mansur menjual mainan mobil kayunya dengan harga berkisar Rp. 40.000-350.000,- per buahnya. Harga ini tergantung ukuran dan tingkat kesulitannya. Kayu yang digunakan untuk membuat mobil kayu yaitu kayu sengon. Pelanggannya banyak dari luar kota yang langsung datang kerumahnya untuk memesan. Rumahnya sendiri berlokasi di Gang Garuda RT 01 RW 02 Randu Agung Kecamatan Lawang Kabupaten Malang. Pelanggannya biasa diminta untuk memberikan foto kendaraan yang ingin dipesan agar memudahkan Mansur untuk membuatnya.
Dulu juga ada orang yang ingin bekerjasama dengan Mansur, dirinya diharuskan membuat 50 mobil mainan kayu per minggunya. Namun dia tolak karena dia tidak mampu memproduksi mobil mainan sebanyak itu. “Saya gak punya karyawan, jadi semua proses saya lakukan sendiri” ucapnya.
Mansur mengaku bahwa usahanya ini selain untuk penghasilan juga sebagai hiburan bagi dirinya. Saat dirinya mulai mengerjakan membuat mobil mainan, asalkan ada kopi, rokok dan pisang dia bisa lupa waktu dan lupa makan saat mengerjakannya.
“Daripada duduk diam melamun, mending saya gunakan untuk membuat mainan ini. Masalah laku gak laku itu Tuhan yang ngatur, namun Alhamdulillah sampai sekarang cukup untuk makan”, ujarnya.
Mansur juga menceritakan pengalamannya, bagaimana orang tertawa melihatnya berjualan dari jauh, semakin dekat orang itu juga tetap tertawa melihat saya. Kemudian saya tanyakan ke orangnya, kenapa sampean (anda) tertawa?, kemudian orang itu menjawab; 
“saya teringat masa kecil saya sering mainan mobil-mobilan dari kayu, tapi saya heran rupanya masih ada ya yang jualan mobil-mobilan kayu seperti ini” cerita Mansur.

Sekarang anak-anak kebanyakan lebih memilih untuk membeli mainan mobil remote daripada mobil kayu, meski demikian saya tetap akan membuat dan menjual mainan mobil-mobilan dari kayu karena itu keahlian saya, tutur Mansur menutup perbincangan.

Aneka Mobil-mobilan Karya Mansur

———————————————
Senin, 27 April 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME.Bijo Dirajo
———————————————

Lihat juga...