Jadi Sentra Pisang Penengahan Siapkan 10 Hektar Lahan Pisang

Buah Pisang

CENDANANEWS (Lampung) – Wilayah Kecamatan Penengahan Lampung Selatan Provinsi Lampung yang memiliki lahan cukup baik untuk pertanian tanaman pisang menjadikan daerah tersebut dijadikan sentra budidaya pisang. Bahkan sekitar 10 hektar lahan percontohan  pisang disiapkan untuk lebih mengembangkan tanaman pisang di wilayah tersebut.
Menurut Camat Kecamatan Penengahan Lukman Hakim kepada cendananews.com, luasan lahan sebanyak 10 hektar tersebut terdapat di Desa Banjarmasin dan Desa Ruang Tengah. Jenis tanaman pisang yang dibudidayakan sebagian besar pisang yang sering menjadi permintaan di Pulau Jawa.
“Dalam sebulan kami bahkan mengirim rata rata sebanyak 2 hingga 3 mobil L 300 atau mencapai ratusan tandan yang dikirim ke daerah Jakarta, Bekasi ke berbagai pasar di daerah tersebut,” ungkap Lukman Hakim kepada Cendanannews.com Jumat(24/4/2015).
Jenis pisang yang dibudidayakan diantaranya Pisang Ambon, Pisang Raja Serai, Pisang Rajabulu, Pisang Kepok Manado, Kepok Medan serta varietas lokal yang dikenal dengan pisang Muli atau pisang susu.
Lahan seluas 10 hektar tersebut ungkap Lukman Hakim merupakan lahan percontohan untuk pola penanaman pisang yang intensif. Sementara Lukman Hakim mengungkapkan sejak lama sekitar 22 desa yang ada di Kecamatan Penengahan sejak puluhan tahun menjadi sentra pertanian pisang yang luasnya mencapai sekitar 25 hektar lebih namun tersebar di beberapa desa.
“Petani mayoritas memiliki tanaman pisang di kebun mereka namun pola penanaman dilakukan secara tumpang sari bersama tanaman lain, menjadi pagar tanaman jagung atau disela sela tanaman lain,” jelas Lukman Hakim.
Tak hanya dikebun, di pekarangan warga pun wilayah Kecamatan Penengahan menjadi daerah yang mengikuti pola One Village One Product (Ovop) dimana Penengahan menjadi sentra pertanian pisang, padi organik dan belimbing merah. Namun ikon pisang sudah melekat di Kecamatan tersebut selain kontur wilayah perbukitan yang cocok untuk tanaman pisang.
Terkait wilayah Kecamatan Penengahan yang memiliki Terminal Agrobisnis, Lukman Hakim mengaku standarisasi buah pisang yang dimiliki oleh warga belum bisa masuk ke terminal agrobisnis. Sebab berdasarkan rencana pembangunan terminal agrobisnis semua komoditas pertanian termasuk pisang harus memiliki kualitas standar sehingga petani lebih memilih menjual tanaman pisang kepada para pengepul dan menjualnya langsung ke Pulau Jawa. Sementara itu petani di Kecamatan Penengahan pun belum secara maksimal memanfaatan terminal agrobisnis yang hingga kini belum secara maksimal digunakan.
“Tak mengherankan banyak sentra sentra pengepul di sepanjang Jalinsum yang menerima berbagai komoditas pertanian, kita dukung sepanjang itu memberi dampak positif bagi warga di wilayah kami,” ujar Lukman Hakim. 
Selain dikirim dalam bentuk tandan tandan pisang, Lukman Hakim juga mengakui Kecamatan Penengahan mencatat tiga desa sudah melakukan pengolahan pisang menjadi produk makanan olahan berupa keripik. Desa yang menjadi sentra pembuatan keripik pisang diantaranya Kampung Baru, Desa Gandri, Desa Klaten.
Ibu membersihkan daun pisang
Lukman Hakim berharap dijadikannya Penengahan sebagai sentra hasil pertanian pisang bisa memberi tambahan penghasilan dan juga meningkatkan kesejahteraan warga. Tanaman pisang bisa dijadikan tabungan disamping usaha pertanian padi serta sayur sayuran yang dikembangkan oleh masyarakat.

———————————————-
Sabtu, 25 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...