CENDANANEWS (Padang) – Satu keluarga asal Banda Aceh, melakukan Ekspedisi mendaki dua gunung dan hidup bersama dengan Suku Anak Dalam (SAD) yang ada di Provinsi Jambi dan Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Adalah Syafrial, ia mengajak istri dan kedua anaknya beserta 2 orang tim lainnya untuk melakukan ekspedisi selama 12 hari. Mulai Kamis (23/4/2015) malam, hingga Selasa (5/5/2015).
Dua gunung akan mereka daki, Gunung Kerinci dan Gunung Tujuh. Ekspedisi ini dimulai dengan keberangkatan dari Kota Padang, lalu mereka menempuh jalur darat menuju Sungai Penuh (Jambi). Paginya mereka akan langsung menanjakki Gunung Kerinci.
Sementara Syafrial dan timnya mendaki Gunung Kerinci, istri bersama sepasang anak mereka, Arung dan Zuhra menunggu di kaki gunung sembari berinteraksi dengan SAD (Suku Anak Dalam). Arung melukis, sementara Zuhra akan bercerita dengan anak-anak SAD tersebut.
Ekspedisi ini ditujukan untuk menggalang donasi bagi pendidikan SAD, hasil ekspedisi ini akan dilelang dan disumbangkan untuk biaya pendidikan SAD yang dikelola oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Setempat. Pelelangan itu berupa foto-foto, karya seni dari SAD dan berbagai peralatan ekspedisi yang mereka lelang seusai kembali dari ekpedisi.
“Kami sudah merancangnya semenjak Agustus 2014 lalu, dan April ini baru bisa terwujud. Semua peralatan ekspedisi, hasil seni SAD, foto-foto dan barang-barang akan kami lelang seusai ekspedisi. Uang dari pelelangan ini akan diberikan pada LSM-LSM yang mengelola pendidikan SAD,” lanjut Syafrial.
Ekspedisi yang dinamai “SAD 3805G7” ini, mengunjungi beberapa “rombong” (Kelompok SAD) dan hidup bersama mereka untuk beberapa hari. Bahkan jauh hari sebelum berangkat, Syafrial sudah mengajari anak-anaknya untuk bertahan hidup di alam bebas. Zuhra yang berumur 10 tahun sudah memiliki beberapa cerita dan membawa buku-buku ceritanya untuk anak-anak SAD. Sedangkan Arung yang berumur 7 tahun, membawa peralatan lukisnya untuk bisa melukis bersama anak-anak SAD.
Sementara itu, Zuhra dengan malu-malu berujar bahwa ia sangat penasaran dengan kehidupan anak-anak SAD.
“Zuhra penasaran, mereka itu tidur dimana?, mereka tidur pakai alas apa yah?,” ujar Zuhra pada ayahnya saat konfrensi pers berlangsung.
Syafrial menjelaskan bahwa ia sudah mengobservasi SAD, dan akan memperdalamnya dengan mencari kearifan lokal, kebudayaan, kepercayaan dan kebiasaan SAD. Setelah turun dari Gunung Kerinci, keluarga ini akan mendaki Gunung Tujuh, dan di gunung Tujuh Ini anak-anaknya akan turut serta mendaki. Mereka menggambar bersama anak-anak SAD dipuncak gunung.
Seusai dari Gunung Tujuh, mereka menuju Dharmasraya dan hidup dengan rombong SAD disana untuk beberapa hari sebelum kembali ke Padang. Sesampai di Padang, barulah pelelangan dimulai.
“Doakan kami, semoga banyak yang mampu kami lakukan dengan hal gila ini. Keluarga kecil dan berat saya yang 95 Kg ini akan menaklukkan dua gunung dan hidup bersama SAD,” pungkas Syafrial sebelum mengemasi tasnya.