Diduga Kurang Pengawasan Jalan Lintas Sumatera Sering Rusak

Para pekerja hari ini Sabtu 18/4 melakukan perbaikan di jalan rusak
di dusun Penegolan Kecamatan Bakauheni
CENDANANEWS(Lampung)- Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang berlubang sangat mengganggu arus transportasi, salah satunya di Dusun Panegolan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan Provinsi Lampung. 
Jalan di ruas tersebut saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Beberapa titik dipenuhi lubang bahkan ada yang berubah menjadi kubangan. Selain jalan berlubang ruas tersebut banyak yang bergelombang tak rata sehingga kendaraan yang melintas harus ekstra hati-hati.
Menurut salah seorang warga yang setiap hari melintas di ruas jalan tersebut, Somad (42) mengharapkan, instansi terkait memperketat pengawasan perbaikan jalan rusak. Tanpa pengawasan yang ketat, jalan rusak akan terus terjadi sekalipun tidak dalam musim hujan.
Somad juga menyayangkan perbaikan jalan selama ini terkesan asal jadi. Hal itu dapat terlihat dengan cepatnya jalan yang baru dibangun rusak parah. Beberapa badan jalan yang ditambal mengakibatkan tonjolan di badan jalan yang membahayakan pengendara kendaraan bermotor.
“Kalau tidak ada kontrol dan pengawasan yang ketat ya hasilnya seperti yang sekarang ini. Pengawasan perbaikan jalan harus diperketat,” tutur pegawai swasta di Bakauheni yang sehari hari berangkat kerja melintasi jalan rusak di ruas Jalinsum, Sabtu (18/4/2015).
Jika hujan tiba maka jalan berlubang tersebut akan tergenang air. Bahkan jika arus sedang padat, kendaraan dari arah berlawanan harus bersabar untuk menggunakan ruas di sebelahnya. Namun sangat berbahaya dimalam hari bagi yang pada siang harinya tak tahu kondisi jalan yang berlubang sekitar 50 cm diameternya.
“Perbaikan jalan rusak harus segera dipercepat. Jangan sampai rusak parah, walau baru diperbaiki. Sangat membahayakan pengendara seperti sekarang ini musim panas berdebu dan banyak lubang yang ada di ruas jalan ini” tandasnya.
Sama halnya Somad, Seorang warga Lain, Manulang (34) salah seorang pengurus jasa penyeberangan yang tinggal di Dusun Umbul Jering, Desa Bakauheni mengatakan penambalan jalan tidak akan membuat jalan raya nyaman untuk dilalui. Hanya saja, penambalan harus dilakukan untuk menghindari kecelakaan akibat jalan rusak.
Manulang bahkan mengeluhkan akibat kerusakan jalan menimbulkan ketidakamanan bagi banyak sopir truk. Ia mendapat laporan beberapa sopirnya dihadang orang orang tak bertanggungjawab  pada tanjakan yang jalannya bergelombang di Desa Sukabaru, atau di jalan -jalan rusak yang digunakan oleh pelaku kejahatan untuk memaksa meminta uang pada malam hari.
“Tolonglah pihak keamanan untuk memperhatikan dengan melakukan patroli rutin terutama di titik titik jalan rusak yang dipakai para pelaku kejahatan. Sopir kami sering mendapat aksi pemalakan di titik titik jalan rusak tersebut pada malam hari, ” ujarnya.
Pantauan Cendananews.com di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatera menunjukkan, jalan raya tidak rata karena banyaknya gundukan aspal hasil tambal sulam. Sementara itu beberapa pekerja terlihat baru hari ini Sabtu (18/4) melakukan perbaikan di ruas jalan Penegolan menuju arah pelabuhan Bakauheni.
“Ruas jalan ini kebetulan baru bisa dikerjakan hari ini sebelumnya masih fokus di ruas Jalinsum yang lain sehingga material berupa batu koral ditempatkan dipinggir jalan. Hari ini akan dilakukan pengaspalan ulang,” ujar Joni salah seorang pekerja yang melakukan perbaikan jalan tersebut.
Akibat perbaikan puluhan kendaraan terpaksa mengurangi laju kendaraan terutama lokasi perbaikan berada di turunan dan belokan. Sebelum diperbaiki ruas jalan tersebut terlihat aspal yang amblas dan lubang yang membahayakan pengendara yang melintas.
Meski sudah diperbaiki, warga sekitar Desa Hatta mengaku masih was was karena lokasi yang diperbaiki merupakan tanah yang labil terutama saat hujan turun. Bahkan di bagian sepadan titik Penegolan jalan pernah terjadi longsor dan merupakan sambungan antara jalan rigid dan aspal.
“Kita tetap was was juga sebab ini perbaikan dilakukan dengan pengaspalan yang bersambung dengan rigid atau cor semen, seringkali di bagian aspal amblas, karena di titik ini sudah sering diperbaiki dan rusak lagi,” ungkap Robin, warga Desa Hatta tak jauh dari ruas jalan tersebut.
Ia berharap ruas jalan yang saat ini menjadi pertemuan antara jalan rigid dan jalan aspal tersebut sebaiknya secara keseluruhan  dicor atau rigid sehingga tidak akan mengalami kerusakan jika mobil bertonase berat melintas. Kerusakan jalan yang sering terjadi menurut Robin diperparah akibat truk truk bermuatan besar melintas di jalan tersebut.

———————————————-
Sabtu, 18 April 2015
Jurnalis : Henk Widi
Fotografer : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...