Belajar Tentang Lebah dan Madu di Wisata Petik Madu, Malang

Bee Keeper sedang menunjukan lebah

CENDANANEWS (Malang) – Buat masyarakat yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai lebah dan madu, tidak ada salahnya mengunjungi tempat wisata “petik” yang satu ini. Jika biasanya tempat wisata yang sering dikunjungi adalah wisata petik apel, petik jeruk dan petik strawbery, lalu bagaimana dengan tempat Wisata Petik Madu, apakah anda pernah mengunjunginya?
Berlokasi di Puri Kencana, Jalan Dr. Wahidin No.8 Desa Bedali Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, terdapat tempat wisata yang cukup unik yaitu Wisata Petik Madu. Untuk mencari lokasi wisata ini cukup mudah karena lokasinya yang berada tepat di sebelah kiri jalan arah dari Malang menuju Surabaya. Untuk masuk kelokasi anda tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali alias gratis.
Tempat Wisata Petik Madu ini merupakan milik Hariyono. Berawal dari usaha ayahnya (Gunawan) pada tahun 1980-an yang merupakan peternak lebah. Karena saudara-saudara Hariono tidak ada yang mau meneruskan usaha ayahnya, akhirnya Hariono lah yang meneruskan usaha tersebut.
Tahun 2011 Hariono mengembangkan usahnya tersebut menjadi Wisata Petik Madu. Namun sayang, saat Cendana News berkunjung ke wisata petik tawon rupanya Hariyono sedang sibuk melakukan terapi sengat tawon sehingga Cendana News ditemani oleh Hendro salah satu Bee Keeper yang ada disana.
Cukup banyak yang ditawarkan dari tempat wisata petik madu ini kepada pengunjungnya. Semua informasi mengenai kehidupan lebah dan madu bisa didapatkan disini. Mulai dari jenis-jenis lebah, tugas lebah, apa saja yang dapat dihasilkan lebah, manfaatnya, cara panen dan cara mengolah hasil dari lebah hingga cara budidaya lebah semua dapat pengunjung pelajari disini secara gratis.
Hendro menjelaskan bahwa di tempat wisata petik madu ini ada 3 jenis lebah yang di budidayakan. Yang pertama yaitu Aphis Melivera dari Australia, lebah ini banyak di budidayakan oleh para peternak lebah. Meskipun tubuhnya lebih besar dibanding lebah lokal namun lebah ini lebih jinak, umur panennyapun lebih cepat, 8-15 hari sudah bisa dipanen.Madu yang dihasilkan juga lebih banyak sekitar 75-80 kg per kotak per tahun, namun mutu dari madunya sendiri tidak terlalu baik.
Lebah yang kedua yaitu lebah lokal Aphis Cerana, ukuran tubuhnya lebih kecil dibanding dengan Aphis Melivera namun tidak terlalu jinak. Umur panennya juga lebih lama yaitu 30 hari atau satu bulan. Lebah ini juga menghasilkan madu lebih sedikit yaitu 20-30 kg per kotak per tahun namun mutu madu yang dihasilkan lebih baik daripada madu Aphis Melivera.
Jurnalis CND memakai JENGGOT LEBAH
Selanjutnya lebah yang terakhir yaitu lebah lokal tanpa sengat Trigona. Ukuran tubuh lebah Trigona paling kecil dibanding dua lebah sebelumnya. Umur panennya pun lebih lama yaitu 3 bulan baru bisa di panen, dan madu yang dihasilkanpun paling sedikit yaitu hanya 15 kg per kota per tahun, madunya lebih encer dan rasanya lebih masam. Namun kelebihan dari lebah Trigona ini, meskipun madu yang dihasilkan paling sedikit namun mutu madunya paling tinggi dan harga madunya juga paling mahal yaitu Rp. 115.000,- per botol marjan, jelas Hendro kepada Cendana News.
Hendro kemudian menjelaskan bahwa dalam satu kotak (stup) hanya ada satu ratu, dan ratusan lebah pekerja. Ratu lebah sendiri tugasnya hanya bertelur, telur dari ratu lebah bisa menjadi lebah pekerja, lebah pejantan maupun menjadi ratu lebah tergantung dari makanan dan pembuahan. Telur ratu bisa menjadi lebah pekerja jika telur ratu dibuahi serta diberi makan madu dan bee pollen. Telur ratu juga bisa menjadi lebah pejantan jika telur ratu tidak dibuahi serta diberi makan madu dan bee pollen. Kemudian yang terakhir telur ratu lebah bisa menjadi lebah ratu jika telur ratu dibuahi dan diberi makan royall jelly. Royall jelly berasal dari air liur lebah pekerja, jelasnya.
Sejak lahir, lebah sudah memiliki tugas berdasarkan usianya. Lebah yang baru lahir belum bisa terbang dan sayapnya masih lemah memiliki tugas untuk membersihkan sarang. Selanjutnya, jika lebah sudah sedikit besar namun belum bisa terbang, lebah tersebut diberi tugas untuk menyuapi anak-anak ratu. Kemudian jika lebah sudah bisa terbang namun terbangnya tidak bisa terlalu jauh, lebah tersebut memiliki tugas untuk menjaga sarang. Kemudian lebah yang sudah dewasa dan sudah bisa terbang kemana-mana, diberi tugas untuk mencari makan. Jika lebah sudah masuk ke usia tua, lebah tersebut memiliki tugas untuk membimbing dan mengarahkan lebah yang lebih muda untuk mencari makan. Ratu lebah memiliki usia paling lama yaitu 4-6 tahun, sedangkan lebah pekerja hanya mampu bertahan hidup 45 hari, ucap Hendro.
Lilin Lebah
Jika selama ini kebanyakan masyarakat hanya mengetahui bahwa yang dihasilkan lebah hanya berupa madu. Disini pengunjung bisa mengetahui bahwa tidak hanya madu yang dapat dihasilkan oleh lebah namun lebah juga bisa menghasilkan Royal Jelly, Propolis, Bee Pollen dan Lilin lebah yang berguna bagi manusia, seperti yang dikatakan Hendro.
“Lebah tidak hanya bisa menghasilkan madu namun juga bisa sesuatu yang lain yang bisa bermanfaat bagi manusia maupun bagi lebah itu sendiri,” ucapnya.
Hendro kemudian menjelaskan bahwa yang pertama lebah bisa menghasilkan Madu yang merupakan makanan bagi lebah dan berguna juga bagi kesehatan dan stamina manusia. Hendro juga menekankan, bahwa sampai sekarang belum ada cara untuk membedakan mana madu asli dan madu campuran dengan kasat mata. Bila ingin mengetahui madu asli atau bukan hanya bisa melalui uji laboratorium, tekannya.

Hendro melanjutkan, kmudian lebah juga menghasilkan Propolis yang berasal dari getah tanaman. Propolis ini selain sebagai obat untuk lebah sendiri, juga berfungsi sebagai anti oksidan, anti alergi dan juga anti peradangan untuk manusia. Lebah juga bisa menghasilkan bee pollen yang berasal serbuk sari bunga yang berfungsi sebagai lauk untuk lebah dan berfungsi sebagai bahan campuran obat-obatan. 
Royall jelly juga dihasilkan oleh lebah yang bisa berfungsi untuk regenerasi sell pada manusia. Yang terakhir lebah juga bisa menghasilkan lilin lebah yang terbuat dari sarang lebah yang dipanaskan yang kemudian banyak digunakan sebagai campuran kosmetik, pengawet buah dan bisa juga dibuat kerajinan.
Di Wisata petik madu selain bisa mendapatkan informasi seperti yang dijelaskan diatas, pengunjung juga bisa mengetahui cara maupun tahapan-tahapan untuk memanen madu yang awalnya madu berada di dalam sarang hingga madu berada di dalam botol kemasan.
Selain itu, bagi pengunjung yang memiliki penyakit juga bisa melakukan terapi sengat lebah yang dilakukan sendiri oleh Hariyono dengan gratis.
Bagi pengunjung yang ingin menguji nyali dan ingin merasakan wajahnya dipenuhi lebah, bisa di coba disini dengan pengawasan dari Bee kepeer yang profesional. Saya yang penasaran dengan sensasi wajah di penuhi ratusan lebah akhirnya memberanikan diri untuk mencoba uji nyali ini. Setelah sedikit demi sedikit lebah mulai menghinggapi wajah bagian bawah, rasa ngeri-ngeri sedap mulai terasa sampai pada akhirnya Bee keeper sambil tersenyum mencoba untuk menenangkan dengan mengatakan “Jangan takut, ini tes kejujuran semua tergantung amal ibadah masing-masing”, saya yang mendengarnya hanya bisa pasrah. Dan Alhamdulillah rupanya tidak ada satupun lebah yang menyengat dan saya dinyatakan lulus uji nyali.

Disini pengunjung juga bisa memakan sarang lebah yang masih berisi madu yang dijual Rp.10.000,- per potongnya. Wisata Petik Madu ini di buka setiap hari dan sering dikunjungi oleh pelajar dari berbagai kota.

———————————————-
Sabtu, 25 April 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Fotografer : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————-

Lihat juga...