CENDANANEWS – Produksi bawang goreng di Padang menurun hingga 40 persen. Turunya jumlah produksi karena berkurangnya permintaan di pasaran.
Afrizon, salah seorang pengusaha bawang goreng di Kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang mengatakan, saat ini pabriknya terpaksa menurunkan jumlah produksi hingga 40 persen. Penurunan ini disebabkan karena harga bahan pokok naik. Disisi lain permintaan di pasaran berkurang karena harga yang tinggi.
“Harga bawang biasanya saya beli di kebun Rp 8000-9000/kg, sekarang naik Rp 10000-11000/kg,” ujarnya.
Afrizon menambahkan, menyisati masalah tersebut dirinya menurunkan jumlah produksi. Biasanya dalam satu hari pabriknya memproduksi 800 kg, sekarang hanya memproduksi 500 kg/ hari.
“Saya lebih banyak mengambil bawang dari daerah Kerinci. Sebab harganya lebih murah dibandingkan bawang asal Alahan Panjang, Solok,” ujarnya
———————————————————- Kamis, 19 Maret 2015 Jurnalis : Muslim Abdul Rahmad Editor : ME. Bijo Dirajo ———————————————————-