Petani Kentang Tulungrejo Punya Trik Hadapi Musim Penghujan

Petani sedang membersikan ladang kentang [Foto: CND]
CENDANANEWS (Kota Batu) – Hujan yang beberapa minggu terakhir ini hampir setiap hari mengguyur Kota Batu, menurut Darwanto tidak terlalu berdampak pada pertaniannya. Darwanto yang merupakan petani kentang ini mengaku hujan yang setiap hari turun tidak membawa dampak yang banyak pada tanaman kentangnya.
Saat ditemui Cendana News di lahannya seluas 1200 m² yang berada di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu, tampak Darwanto bersama isterinya sedang menyiangi gulma dipinggir-pinggir tanaman kentang. Darwanto menjelaskan di lahannya ini tidak hanya kentang yang pernah dia tanam, hampir semua jenis sayuran pernah dia tanaman. Tapi kebetulan musim ini dia menanam kentang.
Sambil sesekali terus menyiangi gulma, dia mengatakan bahwa tanaman kentangnya saat ini masih berumur 36 hari. Hujan yang sering kali turun tidak terlalu mengganggu tanaman kentangnya. Hanya pada musim penghujan seperti saat ini penyakit yang sering muncul berupa busuk daun. Penyakit busuk daun ini ditandai dengan warna daun yang berubah menjadi cokelat, jika tidak segera diatasi maka penyakit ini bisa juga menyerang batang. Tanaman kentang yang terkena busuk daun ini, umbinya tidak bisa membesar.

Namun Darwanto tidak terlalu khawatir, karena menurut pengalamannya agar tanaman kentang tidak terserang penyakit busuk daun, tanaman kentang harus disemprot dengan pestisida yang bagus yang harganya menurutnya cukup mahal yaitu berkisar Rp. 100.000,- per bungkusnya. Karena jika tanaman kentang disemprot dengan pestisida yang jelek atau yang asal-asalan maka tanaman kentang akan tetap terkena penyakit ini dan tentunya umbi kentang tidak dapat tumbuh dengan baik bahkan bisa terjadi gagal panen, ujarnya.
Untuk pestisida, biasanya dia membeli beberapa jenis pestisida kemudian dia campur jadi satu dalam tangki sprayer yang selanjutnya dia semprotkan pada tanaman kentang. Penyemprotan pestisida ini dia lakukan setiap satu minggu sekali. Namun dia juga menjelaskan, untuk penyemprotan harus digunakan sesuai dosis yang dianjurkan karena jika dosis yang diberikan terlalu banyak dapat menyebabkan daun kentang menjadi terbakar.
Waktu yang tepat untuk melakukan penyemprotan yaitu pada pagi hari, bahkan Darwanto menyarankan untuk melakukan penyemprotan sebelum matahari terbit. Hal ini dilakukan agar pestisida yang disemprotkan tidak cepat menguap terkena matahari.
Tanaman kentang sudah bisa dipanen sekitar umur 3-4 bulan. Menurutnya, dengan bibit sebanyak 5 kwintal dapat menghasilkan 5 ton kentang. Dari  hasil panen, biasanya dia langsung jual ke tengkulak dengan harga Rp. 5.000,- per kilo. Menurut Darwanto, umbi kentang yang dihasilkan pada musim penghujan justru lebih besar daripada saat musim kemarau, ujarnya.

———————————————————-
Rabu, 25 Maret 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...