| Jamur Tiram [Foto:CND] |
CENDANANEWS (Kota Batu) – Pleurotus ostreatus atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai Jamur Tiram ini merupakan salah satu jenis jamur yang tidak beracun dan sering di konsumsi oleh masyarakat karena memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.
Beberapa manfaat yang dimiliki oleh jamur tiram ialah dapat menurunkan kolesterol, anti-bakterial dan anti tumor serta dapat menyembuhkan penyakit diabetes dan lever. Jamur tiram juga merupakan jenis jamur yang sering dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia tidak terkecuali masyarakat di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur.
Daim (61) salah satu pekerja yang bekerja di bidang budidaya Jamur Tiram milik Gaguk, menceritakan untuk memulai budidaya jamur tiram yaitu harus memiliki rumah jamur terlebih dahulu. Rumah jamur ini biasanya terbuat dari bambu dan dindingnya terbuat dari anyaman bambu (gedek) yang didalamnya juga terdapat rak-rak bambu yang nantinya juga digunakan untuk meletakkan baglog jamur, ujarnya kepada Cendana News (25/3/2015).
Setelah memiliki rumah jamur, langkah kedua yang harus dipersiapkan yaitu baglog atau media tumbuh jamur. Media baglog ini terbuat dari serbuk gergaji kayu sengon, bekatul atau dedak dan kapur. Namun ditempat kerjanya sekarang, Daim mengaku baglog yang digunakannya sekarang tidak dibuat sendiri melainkan membeli dari pembuat baglog dengan harga Rp. 2.200,-/baglog, ujarnya.
Setelah baglog tersedia, kemudian baglog di inkubasi selama kurang lebih 10 hari. Setelah akar jamur mulai tumbuh lebih dari separuh baglog, selanjutnya baglog dipondahkan ke rak bambu yang telah disediakan didalam rumah jamur.
Untuk perawatan jamur tiram, Daim menjelaskan cukup melakukan pengkabutan yaitu penyiraman menggunakan sprayer. Pengkabutan atau penyiraman ini dilakukan dua kali sehari. Jaga suhu rumah jamur agar tetap berkisar 20?-25?C. Jika suhu rumah jamur lebih dari 25?C maka harus dilakukan penyiraman kembali, hal ini biasanya terjadi pada musim kemarau namu pada musim penghujan frekuensi penyiraman dapat dikurangi, jelasnya.
Pada umur kurang lebih 20 hari, jamur tiram sudah dapat dipanen untuk pertamakali. Setelah itu, panen dapat dilakukan setiap hari. Setiap 1 baglog dapat dipanen 5-6 kali, dengan jarak pemanenan 10 hari sekali. Dalam sekali panen biasanya dapat menghasilkan 25-35 kg jamur tiram. Hasil panen biasanya dijual langsung ke tengkulak dengan harga Rp. 10.000,-/kg.
Baglog yang sudah tidak terpakai rencananya oleh Gaguk sang pemilik budidaya jamur ini akan digunakan sebagi media cacing. Yang nantinya cacing ini bisa digunakan sebagai pakan ikan, kosmetik dan farmasi, cerita Daim.
———————————————————-
Rabu, 25 Maret 2015
Jurnalis/Foto : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-