![]() |
| Petani Sedang Menyusun Jerami untuk Pakan Ternak [Foto : Cendananews – Hendricus Widiantoro] |
CENDANANEWS – Masa panen padi menjadi sebuah berkah tersendiri bagi para peternak yang ada di Lampung Selatan Provinsi Lampung. Bagi para peternak sapi yang jumlahnya cukup banyak masa panen padi membuat peternak dengan mudah mendapatkan pakan dari jerami yang dibuang oleg para petani setelah padi dibersihkan.
Salah seorang peternak asal Kecamatan Sidmulyo, Lampung Selatan Mulyono (40) bahkan membawa sebuah mobil pick up untuk mengangkut jerami di Desa Taman Baru Kecamatan Penengahan. Kepada Cendananews.com ia mengaku memiliki sekitar 10 keor sapi yang diternak dengan sistem penggemukan.
“Saya memiliki sekitar 10 ekor sapi jenis brahman yang memang untuk penggemukan, jadi mumpung mudah mendapatkan jerami ini saya mencari setiap hari,” ujar Mulyono, Jumat (13/3/2015).
Berbru jerami lintas Kecamatan pun dikerjakan oleh Mulyono tidak sendirian, ia mengajak sekitar 4 orang pekerja untuk mengangkut jerami jerami yang sudah ditali dalam beberapa ikat. PAra pekerja tersebut diupahnya dengan sistem borongan. Rata rata pekerja diupahnya sekitar Rp50rb sekali rit dengan asumsi upah harian yang ada di daerahnya dalam sehari.
“Dalam sehari saya bisa mencari di beberapa tempat untuk stok pakan. Sebab mumpung musim panen kalau musim panas susah mencari pakan,” ujar Mulyono sambil menata posisi jerami yang ada di atas mobilnya.

Mulyono hanyalah salah satu peternak sapi yang mencari jerami, beberapa pencari jerami lainnya bahkan menggunakan truk ukuran besar. Truk ukuran besar tersebut biasanya milik perusahaan peternakan yang memiliki ternak mencapai ratusan bahkan ribuan ekor.
Salah seorang pekerja Ahmad (34) yang bertugas mencari jerami untuk dikirim salah satu perusahaan swasta penggemukan sapi mengaku sang “bos” meminta mencarikan satu truk besar jerami. Jerami tersebut nantinya akan dibeli dengan sistem timbangan. Sehingga tak jarang para pekerja memilih jerami dengan kadar air yang masih cukup tinggi dari para petani yang baru saja panen.
“Musiman mas, kalau tidak musim panen padi biasanya kami rombongan merumput di pinggir pinggir jalan berbekal karung lalu kami jual ke perusahaan pemilik sapi,” ujar Ahmad.
Lain halnya dengan Mulyono yang hanya memiliki sekitar 10 ekor sapi ia langsung memberikan jerami tersebut biasanya kepada ternak sapi miliknya, Namun bagi perusahaan atau pemilik ternak sapi dalam jumlah yang banyak diakui oleh Sapriadi (36) warga Desa Sri Pendowo Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan jerami tersebut akan difermentasi dengan bahan pakan lainnya.
“Biasanya digiling dengan bonggol jagung, dedak padi, serta bahan fermentasi lain sehingga pakan bisa disimpan dalam waktu lama. Menggilingnya menggunakan mesin lalu dikemas dalam plastik,” ujar Sapriadi yang mengaku selain beternak sapi juga memiliki ternak kerbau.
Kendala yang dihadapi oleh para peternak ketika musim kemarau mereka mengaku kesulitan mendapatkan pakan. Tapi pada saat musim panen baik panen jagung maupun panen padi kebutuhan akan pakan lebih bisa terpenuhi.
Jerami yang didapat dari para pemilik sawah biasanya diminta secara gratis meski tak jarang ada yang sudah memberi peringatan bahwa jerami tersebut tidak boleh diambil.
“Kita biasanya izin dulu sama pemilik, kalau boleh diambil untuk kebutuhan pakan sendiri diperbolehkan. Biasanya pemilik akan meminta upah jika jeraminya akan dijual lagi, tapi tidak semua petani seperti itu toh nantinya hanya akan dibakar,” ujar Sapriadi.

Dalam sehari ratusan ikat jerami dibawa pulang menggunakan kendaraan. Sapi sapi yang dipeliharanya diakuinya sengaja digemukkan untuk persiapan menjelang lebaran kurban dimana permintaan akan hewan kurban meningkat.
“Usaha ternak ini harapannya untung mas, membeli bibit saat masih kecil lalu kita gemukkkan dan kita jual saat harganya sudah tinggi untuk mencari untung,” ujarnya.
Setelah penuh dengan jerami ia pun berpamitan untuk membawa puluhan ikat jerami tersebut pulang ke rumahnya.
———————————————————-
Jumat, 13 Maret 2015
Jurnalis : Henk Widi
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-