———————————————————-
Sabtu, 7 Maret 2015
Jurnalis/Foto : Agus Nurchaliq
Editor : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-
CENDANANEWS – Coban Pelangi merupakan salah satu destinasi wisata alam yang sering dikunjungi wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Coban Pelangi terletak sekitar 35 km dari Kota Malang tepatnya di desa Gubuk klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Coban Pelangi di resmikan dan di buka untuk umum pada tahun 1989.
Dari namanya, kita sudah dapat membayangkan keindahan tempat ini. Nama Coban Pelangi barasal dari bahasa daerah yaitu “Coban” yang berarti Air Terjun, sedangkan “Pelangi” karena disekitar air terjun sering terlihat adanya pelangi. Pelangi ini berasal dari sinar matahari yang mengenai percikan dari air terjun, sehingga sinar matahari membias dan membentuk pelangi, ujar Siaman (Freelancer Perhutani) kepada Cendananews Sabtu (7/3/2015).
Untuk sampai ke lokasi Coban Pelangi yang dikelola Perhutani, kita akan melewati jalan yang berkelok dan menanjak, bagi pengendara khususnya pengendara kendaraan roda 4 harus berhati-hati karena jalan menuju lokasi ini tidak terlalu lebar, bahkan jalan cenderung semakin menyempit beberapa kilo meter sebelum sampai di pintu masuk coban Pelangi.
Namun tidak perlu khawatir, di sepanjang jalan menuju lokasi, mata kita akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang sangat indah, bukit-bukit hijau yang di tumbuhi berbagai jenis tanaman, aliran air sungai, pohon pinus yang berjejer di pinggir jalan dan udara yang sejuk langsung dapat menghilangkan kepenatan akibat aktivitas kita sehari-hari.
Sebelum masuk ke lokasi Coban Pelangi, di pintu masuk para wisatawan di wajibkan untuk membeli karcis masuk terlebih dahulu. Halim Putranto pengelola dari Perhutani menjelaskan, bahwa untuk wisatawan lokal dikenai tarif Rp. 8.000,- / orang, sedangkan untuk wisatawan asing dikenai tarif Rp. 15.000,- / orang, jelasnya.
Setelah membeli karcis, baru kita bisa melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun yang memiliki ketinggian 107 m tersebut dengan berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, lagi-lagi kita disuguhi pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon kokoh yang menjulang tinggi, bukit hijau, batuan tebing, ditambah lagi dengan suara gesekan daun dan suara air terjun yang semakin lama semakin terdengar jelas, menambah rasa kagum dan rasa syukur kita kepada Tuhan yang telah menciptakan semua ini.
Selama perjalana, pengunjung juga akan melewati jembatan yang terbuat dari bambu yang di bawahnya mengalir air dari air terjun Coban Pelangi. Setelah sekitar kurang lebih 1 km berjalan kaki dari pintu masuk, tidak jauh dari jembatan bambu tersebut, sampailah kita pada lokasi Air Terjun yang selama perjalanan hanya bisa kita dengar suaranya, sekarang kita dapat langsung menikmati keindahan dan segarnya Air Terjun Coban Pelangi.
Menurut Ria salah satu pengunjung mengatakan, bahwa meskipun jarak yang di tempuh cukup jauh dan melelahkan untuk sampai ke lokasi ini, namun semuanya terbayar dengan keindahan yang di tawarkan oleh Air Terjun Coban Pelangi.
Didik salah satu pengunjung pria menambahkan, bahwa selain keindahan yang ditawarkan, fasilitas yang ada di Coban Pelangi juga sudah cukup memadai seperti sudah tersedianya tempat berkemah, toilet, mushola, warung makan dan gazebo sehingga jika ada pengunjung yang kelelahan bisa bersitirahat terlebih dulu sebelum melanjutkankan perjalanan menuju lokasi air terjun. Namun untuk tempat parkir kendaraan terutama kendaraan roda 4 kurang mencukupi, lanjutnya.
Rata-rata pengunjung pada hari biasa hanya 7-10 orang, sedangkan pada hari libur bisa mencapai 100 orang, tutup Halim pengelola Coban Pelangi.