Dusun Toyomerto, Sentra Sapi Perah Kota Batu

CENDANANEWS– Terletak tepat di di bawah lereng gunung Panderman dengan udaranya yang sejuk dan panoramanya yang indah, Dusun Toyomerto Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu ternyata menyimpan keunikan lainnya, yakni menjadi sentra peternakan sapi perah yang ada di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur.
Yatemo (46) Kepala Dusun Toyomerto yang juga merangkap sebagai ketua kelompok sapi perah menjelaskan bahwa, mayoritas penduduk di dusun Toyomerto bermatapencaharian sebagai peternak sapi perah dan petani. Hampir semua warganya memiliki dan berternak sapi perah, dari jumlah 265 kepala keluarga yang ada, kurang lebih 215 kepala keluarga yang menjadi peternak sapi perah. Yatemo menambahkan, jumlah sapi yang ada sekarang kurang lebih 1500 ekor lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah penduduknya yang hanya berjumlah 1135 orang, ujarnya kepada Cendana News Selasa (10/3/2015).
Yatemo yang juga merupakan seorang peternak sapi perah menceritakan awal mula dia menjadi peternak sapi perah. Dia mulai mejadi peternak sapi semenjak 25 tahun yang lalu. Berawal ketika ayahnya memiliki sapi putih (pedaging), dia beranggapan bahwa beternak sapi pedaging kurang menguntungkan dibandingkan dengan beternak sapi perah karena dia baru bisa merasakan hasilnya jika dia menjual sapinya yang berumur 1 tahun lebih. Dari situ akhirnya dia mencoba beternak sapi perah dengan membeli 1 ekor sapi perah betina, kemudian dia rawat dan di perbanyak dengan cara Inseminasi Buatan (IB) hingga akhirnya sekarang Yatemo memiliki 8 Indukan sapi perah dan 5 anak sapi, ceritanya.
Untuk perawatan sapi perah memang sedikit lebih susah dibandingkan dengan sapi pedaging karena dia harus selalu menjaga kebersihan kandang sapi dan memandikan sapi perahnya. Yatemo biasanya memberishkan kandang sapinya 3 kali dalam sehari yaitu pagi, siang dan sore hari dan bahkan jika dirasa kandangnya masih terlihat kotor maka pada malam hari dia juga akan membersihkan kandang sapi perahnya. Sedangkan untuk pakannya dia memberikan rumput gajah yang dicampur konsentrat sebagai pakannya, ujarnya.
Untuk memerah sapi biasanya Yatemo melakukannya pada pagi hari pukul 06.00 dan sore hari pukul 15.30 wib. Dalam sehari sapi-sapinya bisa menghasilkan kurang lebih 65 liter/hari, untuk 1 ekor sapi bisa menghasilkan kurang lebih 15-20 liter/ ekor. Produksi susu yang paling banyak, diperoleh dari indukan sapi yang baru melahirkan sampai 4 bulan kedepan, setelah 4 bulan makai air susu yang keluar akan berkurang. Sapi yang siap diambil susunya yaitu sapi yang sudah berumur 18-20 bulan, ujar Yatemo menjelaskan.
Susu hasil perahannya langsung di jual ke KUD Batu dengan harga Rp. 4.400,- / liter. “Yatemo menuturkan, bahwa harga susu tergantung lemak dan berat jenis (BJ) yang terkandung pada susu tersebut”.
Yatemo menjelaskan, untuk membedakan susu sapi murni dengan susu yang sudah di campur dengan air dapat dilihat dari kekentalannya, susu sapi murni lebih kental daripada susu yang sudah dicampur air, selain itu dapat juga di lihat dari berat jenisnya (BJ).
Agar susu bisa tahan lama, susu harus dimasukkan kedalam lemari pendingin sehingga dapat bertahan kurang lebih 2 hari, karena jika tidak dimasukkan kedalam lemari pendingin maka susu kurang lebih 4 jam sudah menjadi basi. Sebelum di minum, sebaiknya susu dipanaskan kembali namun tidak perlu sampai mendidih karena jika mendidih maka kandungan lemaknya akan berkuang, ujar Yatemo.

Untuk kotoran sapi dengan bantuan pemerintah,  dirinya dan warga Dusun Toyomerto merubah kotoran-kotoran sapi tersebut menjadi Biogas yang kemudian dapat digunakan oleh warga untuk memasak dan keperluan lainnya. Pemerintah Kota Batu sangat mendukung adanya peternakan sapi ini, hal tersebut  dibuktikan dengan pemberian bantuan 15 mesin choper untuk mencacah rumput sebagai pakan ternak, pemberian alat biogas, motor roda 3 dan penyuluhan-pnyuluhan yang diadakan 1 bulan sekali. Selain itu pada tahun 2014 yang lalu,  Pemerintah Kota Batu juga telah membangun kandang terpadu di dusun Toyomerto dengan luas lahan ±500 m² dengan daya tampung 50 ekor sapi perah yang nantinya akan diisi sapi perah bantuan dari pemerintah.

———————————————————-
Selasa, 10 Maret 2015
Jurnalis : Agus Nurchaliq
Editor   : ME. Bijo Dirajo
———————————————————-

Lihat juga...