Petani Kakao Sawahlunto Butuh Pupuk

CENDANANEWS – Petani kakao yang berada di Desa Kubang, kecamatan Lembah Segar, Sawahlunto, Sumatera Barat membutuhkan pupuk untuk meningkatkan hasil dari perkebunan yang menjadi mata pencarian sebagian masyarakat disana.
“Pupuk tersebut digunakan untuk meningkatkan kualitas buah dan mencegah dari penyakit busuk buah,”kata salah seorang petani kakao, Nurjasmi (58) kepada cendananews.com, Senin (23/02).
Dia mengatakan, jika adanya pupuk tersebut tentunya akan meningkatkan pendapatan petani kakao, terutama saat ini harga kakao perkilonya lebih kurang Rp22.000.
Dia menyebutkan, dari 0,5 Ha dirinya bisa mendapatkan rata-rata 50kg kakao kering dalam jangka waktu 2 minggu.
“Jika cuaca bagus dan pupuk tercukupi tentunya pendapatan akan lebih meningkat,”harapnya.
Hal serupa juga disampaikan Sison (45) yang memiliki 200 batang tanaman kakao di kebunnya. Dikatakannya bahwa kendala yang dihadapi dari kebun yang bibitnya merupakan percontohan pemerintah pada beberapa tahun yang lalu adalah pupuk.
“Pupuk menjadi kendala saat ini, sulit untuk mendapatkannya,”jelasnya.
Selain hama tupai, busuk buah menjadi kendala dalam meningkatkatkan kualitas dari hasil kebunnya.
“mudah-mudahan ada tindakan dari pemerintah dalam meningkatkan hasil kakao masyarakat,”kata petani yang kebunnya menghasilkan 30kg Kakao siap jual setiap minggunya.
—————————————————-
Senin, 23 Februari 2015
Jurnalis dan Fotografer : Muhsine Piliang
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————————-
Lihat juga...