Lima Batu Akik Rohul Masuk Batu Mulia

CENDANANEWS, Demam batu cincin sudah hampir menjangkiti semua masyarakat di Indonesia. Hampir semua daerah punya khas jenis batu akiknya, termasuk Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Di Kabupaten Rokan Hulu, daerah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul  menemukan tidak kurang ada 50 jenis batu akik asli Rohul. Lima diantaranya dari hasil pengujian sudah masuk jenis batu mulia.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rokan Hulu, Drs, Yusmar MSi menyebutkan, dari hasil uji lima jenis batu akik yang di uji Internasional gemological laboratory -sebuah perusahaan indenpenden yang bergerak di bidang penelitian khusus batu mulia di Jakarta-  batu Rohul ternyata merupakan batu quarsa jenis chalchadony. Jenis ini masuk dalam gololongan crypto crystaline. Batu mulia jenis ini merupakan batu mulia dengan tingkat ke tiga di bawah Berlian dan Topas.
“Dari hasil uji  lima batu akik, ternyata batu Rohul merupakan salah satu batu mulia golongan 3 dengan tingkat kekerasan 2 hingga 5,7 Mohs,” kata Yusmar, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul mengatakan uji  lima sampel batu akik ini dilakukan pada  12 februari 2015.  
Jenis batu chalchadony ini,  di Sumatera,  baru ditemukan  di Lampung. Jika, batu yang sama juga ditemukan di Rohul, hal itu disebabkan wilayah Rohul  di lalui jalur cincin gunung api Bukit Barisan.
“Hal ini logis, karena lima sampel Batu akik itu berasal dari Kecamatan Rokan IV koto, yang dilalui rangkaian Bukit Barisan atau dikenal dengan Ring Of Fire di Sumatera,” ujarnya.
Menurut Yusmar lagi, dengan keluarnya hasil  uji lab itu, semakin memperkuat argumen bahwa Rohul memiliki potensi batu mulia. “Ini akan menjadi data bagi kita untuk terus menginventarisir batu mulia di Rohul,” tambahnya.

Hasil Uji Lab

Lima jenis batu akik Rokan Hulu yang diuji adalah; 

1. Natural jazper 42,86 caratz no register GBR 150 14046, Ukuan oval dimensi 26,43 x 20.60 x 11.40 mm, warna pink kuning dan coklat. 
2. Natural chalchedony 57 carats, No Register  GBR 15014048,Ukuran oval dimensi 29.03 x 22.57 x 12.60 mm, warna coklat.  
3. Natural agate 37,69 carats, No Register 15014050 Ukuran oval dimensi 24.14 x 18.51 x 12.06 mm warna coklat.
4. Natural chalcedony 41 carat no register GBR 15014049 oval ukuran 24.64 x 19.54 x 12.08 warna coklat. 
5. Natural chalcedony sisik ular putih 38,36 carat, No register  GBR 15014049, ukuran oval dimensi 24.53×20.06×11.20 mm warna abu-abu. 
Dilapangan sendiri, fenomena yang terjadi adalah, orang-orang semakin ramai mencari batu akik. Tidak itu saja, mereka juga mendadak jadi pengrajin batu cincin.
Batu yang popular dari Rohul adalah batu jenis Jangek, atau ada juga yang menyebut Solar Rokan. Jenis batu ini malah sudah lama Go Nasional. Solar Rokan ini juga  sudah resmi dibuat sertifikat dan sudah dipasarkan keberbagai daerah baik melalu media sosial / online, maupun yang dipasarkan langsung.
Salah seorang pengrajin batu di Simpang Ngaso Ujung Batu, Rohul, Sugeng, Batu Jangek yang dia buat sudah terjual sampai ke Jogja, Bali dan Kalimantan. “Ya pada awalnya batu ini kalah pamor dengan batu lumut Sei Dareh Sumbar, atau Solar Aceh, namun setelah kita resmi membuat sertifikat batu jangek dengan nama Solar Rokan di Jakarta sebulan yang lalu, batu tersebut sudah mulai dikenal dan digemari oleh pecinta batu akik diluar daerah,” ungkap Sugeng. 
Lain lagi dengan penggemar batu cincin. Anton, warga Ujung Batu, mengaku  koleksi batu Solar Rokan yang dia jual mencapai harga yang fantastik. “Pada awalnya Batu Jangek gak ada harganya mas. Di Ujungbatu saja paling-paling Rp 50 ribu perbuah. Namun sejak tiga bulan terkahir ini harganya cukup lumayan, punya saya saja sudah tembus ke angka Rp 2 juta per cincin,” kata Antoni bangga, seperti dikatakannya ke media, beberapa waktu lalu.
Karena sudah terkenalnya batu akik asal Rohul, Anton berencana menggelar  Kontes Batu Jangek di Ujungbatu.  Selain dari Ujung Batu, batu akik Rohul juga ditemukan di Bukit Serombo Kecamatan Rambah Hilir, Desa Sialang Kecamatan Rambah dan dari Kecamatan Rokan IV Koto.
Menariknya dengan booming batu akik Rohul itu membuat Pemkab Rohul berencana membuat Peraturan Daerah tentang batu akik atau batu mulia. Alasannya, dengan ada Perda Batu Akik itu, Pemkab Rohul bisa membuat paten batu akik milik Rohul.
“Itu sudah ada inisiatif Anggota DPRD Rohul untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang batu akik atau mulia itu, sehingga itu bisa dipatenkan sebagai kerajinan milik Rohul,” ujar Sekdakab Rohul, Damri Harun.
Dalam pandangan pemerintah Rohul,  dengan adanya Perda Batu Akik, selain bisa melindungi batu khas Rohul, batu tersebut juga jadi lebih berharga. “Jika selama ini batu mulia jenis solar dijual hanya dengan harga Rp 3 juta per Kg, maka kedepannya, batu mulia akan lebih bernilai lagi di masyarakat,” ujar Damri beralasan. 
——————————————
Senin, 16 Februari 2015
Penulis : Denni Risman
Editor : Sari Puspita Ayu
—————————————–
Lihat juga...