
CENDANANEWS- Antusiasme masyarakat Provinsi Lampung untuk menanam pohon terbilang tinggi, hal tersebut terbukti dengan jumlah pohon yang ditanam oleh masyarakat dari Pusat Persemaian permanen yang ada di Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.
Persemaian permanen merupakan tempat kegiatan produksi bibit, baik melalui cara vegetatif maupun generatif yang dilaksanakan secara menetap dengan memanfaatkan tekhnologi modern.
Menurut Idi Bantara,S.Hut.T,M.Sc yang merupakan salah satu orang yang berkomitmen ingin memberdayakan masyarakat dari sektor kehutanan. Untuk mewujudkannya, laki laki asal Solo Jawa Tengah ini bahkan telah membuat alat yang diberi nama Media Semai Cetak (MSC) karena tergerak
untuk mencari solusi terbaik membuat pembibitan yang efektif dan efesien.
Menurutnya saat ini dari data yang ada Persemaian Permanen Kementerian Kehutanan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS) di tahun 2014 tercatat sudah sekitar ribuan bibit yang diambil oleh masyarakat untuk ditanam.
Data tersebut meliputi bibit yang diambil oleh masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan sudah keluar 2 juta bibit, Kabupaten Tanggamus keluar 1 juta bibit.
“Masyarakat yang mengambil pun dari berbagai kalangan dan semuanya rata rata ditanam untuk penghijauan, investasi dan juga untuk reboisasi, ” ujar Idi Bantara kepada Cendananews.com, Sabtu
(21/2/2015).

Idi Bantara menjelaskan secara khusus untuk masyarakat umum tanaman yang diminati diantaranya berdasarkan urutan minta yang paling banyak diminta; 1. Sengon, 2. Akasia mangium, 3. Medang, 4 cempaka.
Sementara untuk permintaan dari pemerintah kabupaten dan instansi diantaranya tanaman lingkungan berupa Trembesi, Glodokan tiang, cemara, mahoni.
Sedangkan untuk kelompok masyarakat pantai diantaranya tanaman Bakau, cemara laut, cemara udang. Dari kalangan pelajar rata rata tanaman buah buahan yang meliputi sirsat, jambu biji, tanjung, cemara. Kalangan mahasiswa pun meminati tanaman jenis kayu kayuan , karet dan durian.
“Prosedur untuk permintaan bibit juga mudah asal ada luasan lahan, peruntukan penanaman, penanggung jawab serta syarat syarat lain ada formulir yang kami sediakan,” ungkap Idi.
Di tahun 2015 ini Idi berharap agar pembibitan permanen yang ada di Ketapang Lampung Selatan bisa lebih meningkatkan kemampuan pembibitan untuk permintaan masyarakat pada kisaran 3 juta bibit. Bibit sebanyak itu terutama diprioritaskan jeni tanaman yang diminati masyarakat dan beberapa jenis tanaman untuk lingkungan serta tanaman multi purpose trees species (mpts).
Selain untuk masyarakat, Idi menuturkan pihak BPDAS telah bekerjasama dengan mahasiswa dan pihak Kecamatan Merbau Mataram dengan menanam pohon Merbau. Selain itu tanaman bermanfaat yang bisa digunakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat diantaranya pohon aren, pohon yang bisa menghasilkan bunga untuk madu lebah. Semunya ditanam di kelompok hutan kemasyarakatan Merbau Mataram.
“Semua bibit yang kita sediakan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pemberdayaan berbasis kehutanan dan semoga memberi manfaat,” ungkap laki laki asal Solo ini.
Tak hanya beberapa kabupaten ke depan ia berharap semua kabupaten yang ada di Lampung Selatan bisa menjadi lokasi penyebaran bibit hasil persemaian permanen tersebut.
——————————————–
Minggu, 22 Februari 2015
Penulis : Henk Widi
Editor : Sari Puspita Ayu
——————————————-