Tahapan menunggu hasil lab ini diperoleh setelah melalui beberapa proses penelitian yang dilakukan sejumlah peneliti dari berbagai universitas terkemuka.
"Tanpa itu kita akan dihadapkan pada cadangan devisa yang minim dan selalu bergantung pada faktor eksternal," kata Hafidz Arfandi, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (23/6/2019).
Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium Jakarta, Eko Wahyu Wibowo menyebutkan, satu-satunya ASN dengan kompetensi astronomi yang dimiliki Planetarium Jakarta hanyalah Widya Sawitar.
Jejak kaki pertama kali ditemukan pada 2010 oleh seorang mahasiswa Universitas Austral di Chile. Para ilmuwan kemudian meneliti selama beberapa tahun untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa jejak tersebut mungkin berasal dari beberapa…
"Nama Boscha yang melekat pada observatorium di Lembang adalah suatu penghormatan kepada beliau," kata Staf Peneliti Planetarium Jakarta, Widya Sawitar, Senin (4/3/2019).