Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Purbalingga, Muhsoni, mengatakan, memasuki akhir bulan Juni ini, sebagian desa di Kabupaten Purbalingga mulai mengalami kesulitan air bersih. Droping air mulai dilakukan dalam dua hari terakhir.
Musim kemarau yang mulai melanda wilayah Lampung, ditandai dengan banyaknya kabut asap. Pembakaran limbah pertanian padi, jagung dan terbakarnya semak, berimbas pada kemunculan kabut asap pekat.
Memasuki awal musim kemarau, 500 hektare tanaman padi di Banyumas kekeringan. Saat ini usia tanaman padi masih dikisaran 50 hingga 75 hari, sehingga kebutuhan air masih sangat penting.
"Ketinggian air terus menurun, hingga saat ini berada di angka 131.13 MDPL. Penurunan ini disebabkan karena rendahnya curah hujan akibat musim kemarau yang mulai melanda kawasan waduk sejak dua bulan belakangan," kata Novika, Minggu…
Menurut Suhadi, sumur bor menjadi salah satu investasi saat musim kemarau melanda. Meski harus mengeluarkan biaya hingga mencapai lebih dari Rp15 juta, ia memastikan fasilitas sumur bor menghindarkannya dari kesulitan air bersih. Meski…
“Sudah ada delapan desa yang minta droping air bersih, kemungkinan minggu depan akan bertambah lagi, karena sekarang memang sudah tidak pernah turun hujan sama sekali. Sumur warga dan sungai sudah banyak yang mengering,” kata Ariono, Sabtu…