"Karena body shaming ini, orang itu jadi enggak percaya diri dan tidak bisa percaya diri menjalani karir dan cita-citanya, bikin dia jadi drop dan merasa pesimis tak mampu kejar cita-citanya," lanjutnya.
"Film ini tidak membutuhkan teks terjemahan dan sulih suara, karena film ini dapat melampaui dinding bahasa. Saya harap penonton akan menemukan dialognya lewat empati dan kedekatan terhadap film ini," kata Kato.
Kembalinya karakter ciptaan Hasmi ke layar lebar itu diharapkan dapat memperlihatkan ke generasi baru bahwa Indonesia mempunyai karakter jagoan yang layak dibanggakan.