Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat, terhadap mata uang utama lain, pada akhir perdagangan Selasa (27/11/2018) waktu AS, atau Rabu (28/11/2018) pagi WIB.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memandang nilai tukar rupiah hingga perdagangan pada Selasa siang masih "undervalue" atau terlalu murah dibandingkan dolar AS, meski dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penguatan.
Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Inggris dan Uni Eropa mencapai kesepakatan tentang rancangan perjanjian Brexit.
Kurs dolar AS naik tipis terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor tetap berhati-hati tentang hasil yang akan datang dari pemilihan paruh waktu AS.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sinyal, adanya tambahan rumusan kebijakan pemerintah, untuk mengantisipasi perkembangan dinamika global yang terus mempengaruhi depresiasi rupiah.
Kurs dolar Amerika Serikat (AS), terus bergerak naik terhadap mata uang utama lainnya, pada akhir perdagangan Selasa (2/10/2018) waktu setempat atau Rabu (3/10/2018) WIB. Nilai tukar pound Inggris dan euro, berbalik melemah di tengah…
Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kembali menaikkan suku bunga jangka pendeknya, menjadi seperempat persentase atau 25 basis poin. Kebijakan tersebut menjadi yang ketiga kalinya, yang dilakukan tahun ini.