Eropa Tidak Pasti, Dolas AS Menguat

Dolar Amerika Serikat - Foto: Ist/Dokumentasi CDN

NEW YORK – Kurs dolar Amerika Serikat (AS), terus bergerak naik terhadap mata uang utama lainnya, pada akhir perdagangan Selasa (2/10/2018) waktu setempat atau Rabu (3/10/2018) WIB. Nilai tukar pound Inggris dan euro, berbalik melemah di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian di Eropa, menyusul perselisihan tentang defisit anggaran Italia.

Pemerintah Italia telah mengusulkan anggaran 2019, dengan defisit meningkat jadi 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara itu. Meskipun masih tetap di bawah batas Uni Eropa sebesar 3,0 persen, tetapi angka itu akan menjadi tiga kali lipat dari target defisit pemerintah sebelumnya.

Meskipun ada desakan dari menteri-menteri keuangan zona euro bagi Roma, untuk mempertimbangkan kembali rencana peningkatan defisit. Italia mengatakan, tidak akan mengubah target defisit 2,4 persen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 95,5108 pada akhir perdagangan. Dolar AS menguat hampir 0,5 persen terhadap pound Inggris dan sekitar 0,25 persen terhadap euro. “Sementara itu, tidak ada overheating (terlalu panas) di pasar tenaga kerja, dan The Fed diperkirakan tetap di jalur saat ini, dengan kenaikan suku bunga bertahap,” kata Ketua The Fed Jerome Powell.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh ke 1,1544 dolar AS, dari 1,1575 dolar AS pada sesi sebelumnya. Sementara pound Inggris turun menjadi 1,2978 dolar AS dari 1,3037 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7186 dolar AS dari 0,7226 dolar AS. Dolar AS dibeli 113,66 yen Jepang, lebih rendah dari 113,97 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9850 franc Swiss yang di sesi sebelumnya 0,9841 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,2816 dolar Kanada yang disesi sebelumnya 1,2786 dolar Kanada. (Ant)

Lihat juga...