Mencapai level tertinggi dua bulan terhadap sekeranjang mata uang, sehari setelah pejabat Federal Reserve (Fed) AS mengejutkan pasar dengan memproyeksikan kenaikan suku bunga.
Setelah naik selama lima hari beruntun, karena dolar menguat setelah bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga acuan secepatnya pada 2023.
Dibantu oleh data yang menunjukkan inflasi meningkat, tetapi kenaikannya dibatasi karena para pedagang menunggu hasil dari pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS untuk petunjuk rencana mulai mengurangi pembelian obligasi.
Nilai tukar (kurs) rupiah, yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, pada awal pekan ini berpotensi melemah. Hal itu diprediksikan terjadi, seiring konsolidasi pasar menjelang pertemuan bank sentral AS The Federal Reserve (Fed).